Kenali Lebih Jauh Apa Itu Skizofrenia

Fakta Nyata –  Apakah anda tahu apa itu Skizofrenia? Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah. Gangguan mental ini juga mempengaruhi cara seseorang berperilaku.

Skizofrenia sendiri berasal dari akar kata bahasa Yunani skhizein (σχίζειν, “membelah”) dan phrēn, phren- (φρήν, φρεν-; “ingatan”), skizofrenia tidak sama sebagai “ingatan terbelah” dan tidak sama dengangangguan identitas disosiatif yang juga dikenal sebagai “gangguan kepribadian ganda” atau “kepribadian terbelah”— suatu kondisi yang sering tertukar menurut persepsi masyarakat luas.

Orang dengan skizofrenia biasanya tampak kesulitan membedakan mana antara kenyataan dan halusinasi.

Skizofrenia adalah salah satu gangguan mental yang berbahaya, dimana berpotensi membahayakan pengidapnya dan orang lain. Meski bberbahaya,  masih banyak orang yang kurang memahami gangguan mental yang satu ini dan lebih mempercayai mitos-mitos yang berkembang.

Berikut adalah lima fakta Skizofrenia yang wajib anda ketahui agar tidak salah kaprah :

1. Gejala Positif Pengidap Skizofrenia

Ada 3 bagian gejala pada Skizofrenia, yaitu positif, negatif dan kognitif. Gejala positif  sendiri adalah perilaku psikotik yang umumnya tidak terlihat pada orang sehat.

Salah satu jenis Skizofrenia yang sering kita temukan di masyarakat adalah Skizofrenia paranoid. Orang dengan gejala positif skizofrenia akan merasakan kehilangan kontak dengan beberapa aspek realitas. Gejalanya meliputi:

  • Halusinasi: Perasaan paranoid di mana mereka sering mendengar, melihat, mencium, atau merasakan hal-hal yang tidak nyata. Yang paling sering mereka mendengar suara yang jelas dari orang yang dikenal ataupun orang yang tidak dikenal. Suara ini mungkin akan memberi tahu penderita untuk melakukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, seperti bunuh diri atau membunuh orang lain.
  • Delusi: Orang dengan skizofrenia paranoid juga mungkin memiliki keyakinan kuat akan suatu hal yang salah, misalnya merasa orang lain ingin mencelakakan atau membunuh dirinya. Gejala skizofrenia yang satu ini akan berdampak langsung pada perilaku pengidapnya
  • Gangguan pikiran: cara berpikir yang tidak biasa atau disfungsional
  • Gangguan gerakan: gerakan tubuh yang gelisah

2. Gejala Negatif dan Kognitif Pengidap Skizofrenia

Gejala negatif pengidap Skizofrenia berhubungan dengan gangguan pada emosi dan perilaku normal. Kurangnya keinginan untuk berkreativitas, kesulitan dalam hubungan sosial, kurangnya motivasi dalam hidup hingga tidak peduli dengan penampilan diri menjadi ciri-ciri pengidap Skizofrenia dengan gejala negatif

Sedangkan gejala kognitif berhubungan dengan perubahan dan penurunan pada memori otak mereka, yang ditandai dengan kesulitan untuk fokus, memahami informasi dan mengambil keputusan.

3. Faktor Genetika

Seperti gangguan mental berbahaya lainnya, para ahli belum menemukan penyebab  seseorang mengidap skizofrenia. Namun, banyak faktor yang mampu memicu penyakit ganguan mental ini. Salah satunya adalah faktor genetika.

Namun sebuah riset menemukan sekitar 60 persen penderita skizofrenia tidak memiliki anggota keluarga dengan gangguan ini. Selain itu, individu yang secara genetik cenderung mengalami skizofrenia tidak selalu menderita penyakit ini.

Banyak faktor mempengaruhi seseorang mengidap skizofrenia. Diantaranya adalah perbedaan struktur di otak, kadar serotonin dan dopamin di otak yang tak seimbang, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan faktor lingkungan seperti infeksi virus dan kekurangan beberapa nutrisi ketika masih dalam kandungan.

4. Skizofrenia Dapat Diatasi

Para ahli percaya jika gangguan ini bisa diatasi dengan melibatkan kombinasi obat, terapi, perubahan gaya hidup, dan dukungan sosial.

Dibutuhkan pengobatan yang berkelanjutan, bahkan ketika mereka merasa lebih baik untuk mencegah episode baru dan tetap bebas dari gejala. Namun, pengobatan dapat berubah dari waktu ke waktu. Dokter dapat menurunkan dosis atau mengubah obat ketika gejala-gejala yang dirasakan mulai membaik.

Selain melalui obat, penderita skizofrenia juga dianjurkan menemui psikiater untuk melakukan berbagai terapi untuk mengatasi alam bawah sadar dan pola pikir yang salah. Bukan hanya itu peran keluarga dan orang terdekat pun juga penting untuk sang pasien melewati segala kesulitannya.

5. Cara Membantu Pengidap Skizofrenia

Dibutuhkan berbagai strategi dalam mendukung pengidap Skizofrenia mempercepat pemulihannya. Merawat dan mendukung orang tercinta dengan skizofrenia bisa menjadi sangat berat, apalagi saat mereka mengalami halusinasi dan delusi. cara yang tepat untuk membantu mereka adalah :

  • Pelajari penyakit ini sebaik mungkin untuk membantu kita membuat keputusan bagaimana cara terbaik merawat sang pasien.
  • Jangan ragu untuk meminta bantuan dari pihak luar seperti psikiater dan ahli kejiwaan ataupun orang-orang yang berpengalaman merawat pasien skizofrenia, karena kamu pun pasti membutuhkan dukungan.
  • Jangan asingkan mereka. Pandu dan semangati mereka untuk mendapatkan pengobatan dari ahlinya.
  • Dampingi mereka selama masa pengobatan dan penyembuhan.
  • Beritahu mereka bahwa kamu akan selalu ada untuk mereka.

Itu adalah beberapa fakta Skizofrenia yang harus anda ketahui . Gangguan ini memang tidak mudah untuk dihadapi, namun bukan berarti gangguan ini sulit untuk diatasi.