6 Fakta Gempa Rusia Picu Tsunami Beberapa Negara

Fakta Nyata – Gempa bumi berkekuatan 8,8 skala Richter (SR) mengguncang lepas pantai timur jauh Rusia pukul 08.25 waktu setempat pada hari Rabu (23.25 GMT pada hari Selasa), menurut Survei Geologi Amerika Serikat. Sejumlah negara kemudian mengeluarkan peringatan tsunami.

Lantas apa penyebab gempa bumi tersebut?

Semenanjung Kamchatka di Rusia dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara geologis di dunia, dengan frekuensi gempa bumi dan letusan gunung api yang tinggi. Terletak di tepi barat “Cincin Api Pasifik”, wilayah ini berada tepat di atas zona tumbukan antar lempeng tektonik utama yang saling bertubrukan.

Akibatnya, Kamchatka sering mengalami gempa bumi besar yang bahkan dapat memicu tsunami hingga ke wilayah lain di sekeliling Samudra Pasifik. Untuk memahami penyebab utama gempa bumi di Kamchatka, penting untuk melihat dinamika pergerakan lempeng bumi, struktur geologi bawah permukaan, aktivitas sesar, dan pengaruh vulkanisme yang semuanya saling terkait dalam membentuk karakteristik seismik yang ekstrem di kawasan ini.

Deretan Fakta Gempa di Rusia

1. Rusia Umumkan Keadaan Darurat

Otoritas wilayah Sakhalin di Timur Jauh Rusia mengumumkan keadaan darurat di area Kepulauan Kuril bagian utara. Wilayah itu telah diterjang gelombang tsunami menyusul gempa dahsyat.

“Keadaan darurat telah diumumkan di Distrik Kuril Utara, tempat gempa bumi dan tsunami terjadi hari ini,” demikian pernyataan pemerintah Sakhalin, seperti dilansir AFP.

Kepulauan Kuril merupakan salah satu wilayah yang terdampak gelombang tsunami menyusul gempa dahsyat. Gelombang pertama, menurut laporan Gubernur Wilayah Sakhalin, Valery Limarenko, menghantam pesisir Severo-Kurilsk yang ada di bagian utara Kuril tak lama usai gempa mengguncang.

Wali Kota distrik Kepulauan Kuril, Alexander Ovsyannikov, mengatakan semua orang di wilayah tersebut telah dievakuasi ke tempat aman. Dia mengatakan warga punya cukup waktu untuk melakukan evakuasi setelah gempa terjadi.

Beberapa rekaman video yang dirilis media lokal dan pejabat setempat menunjukkan momen gelombang tsunami menerjang area pesisir serta momen warga bergerak ke dataran lebih tinggi. Sirene peringatan tsunami terdengar meraung-raung di dalam video itu.

Pabrik pengolahan ikan Alaid yang ada di area di Severo-Kurilsk juga terendam banjir usai tsunami menerjang. Seluruh karyawan pabrik itu telah dievakuasi dari fasilitas tersebut sesaat setelah gempa.

2. Peringatan Tsunami di Hawaii Diturunkan Menjadi Tingkat Waspada

Pemerintah Hawaii telah menurunkan status peringatan tsunami menjadi tingkat waspada (advisory). Warga diimbau untuk tetap berhati-hati dan diperkenankan kembali ke rumah masing-masing dengan kewaspadaan tinggi.

3. Gempa Terkuat di Rusia Sejak 1952

Gempa ini terjadi di Semenanjung Kamchatka yang merupakan daratan panjang dan menjorok dari Rusia serta ujung timur laut Asia. Wilayah itu punya panjang 1.250 kilometer dan luas 270.000 kilometer persegi.

Semenanjung ini juga berbatasan dengan Laut Okhotsk di sebelah barat dan Samudra Pasifik di sebelah timurnya. Kondisi itu yang menyebabkan gelombang tsunami juga mencapai beberapa negara yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik seperti Amerika Serikat, Jepang, Filipina hingga Indonesia.

Gempa ini juga tercatat sebagai yang terkuat di Rusia sejak tahun 1952. Gempa susulan diprediksi masih bisa terjadi di wilayah itu.

4. Gempa Megathrust dan Potensi Tsunami

Gempa-gempa besar di Kamchatka sebagian besar tergolong sebagai gempa megathrust, yaitu gempa bumi akibat tergelincirnya lempeng samudera yang tersubduksi setelah tertahan gesekan dalam waktu lama. Karena terjadi di laut dan dekat dengan zona kontak lempeng, gempa jenis ini berpotensi besar memicu tsunami.

Contoh paling terkenal adalah gempa tahun 1952 berkekuatan M9,0 yang menyebabkan tsunami hingga 18 meter dan menewaskan ribuan orang di Severo-Kurilsk. Bahkan pada Juli 2025, gempa berkekuatan sekitar M8,7 memicu tsunami dengan gelombang hingga 3–4 meter dan menyebabkan evakuasi massal di Jepang, Hawaii, dan kawasan pesisir Pasifik lainnya.

Inilah mengapa Kamchatka dianggap sebagai salah satu wilayah paling berisiko dalam hal gempa dan tsunami.

5. Picu Tsunami di AS

Amerika Serikat (AS) juga mengeluarkan peringatan tsunami beberapa saat setelah gempa M 8,7 mengguncang Rusia. Presiden AS Donald Trump meminta warga mematuhi arahan otoritas terkait dan terus memantau informasi resmi terkait potensi tsunami.

Warga di daerah berpotensi tsunami, terutama Hawaii, langsung melakukan evakuasi ke dataran lebih tinggi. Antrean kendaraan yang menjauhi area pantai pun mengular di jalanan Hawaii.

Gelombang tsunami kemudian menghantam Hawaii dengan ketinggian 1,5 meter. Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional menyebut gelombang tsunami setinggi lebih dari 5 kaki atau 1,5 meter itu menghantam area Kahului, pantai utara-tengah Pulau Maui.

Gelombang setinggi 1,2 meter juga dilaporkan menghantam area Haleiwa di pesisir utara Pulau Oahu. Otoritas setempat memperingatkan bahwa permukaan air akan mengalami naik-turun seiring datangnya lebih banyak gelombang.

6. Belum Ada Korban Jiwa, namun Kerusakan Terjadi di Beberapa Lokasi

Meskipun belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa atau luka-luka, sejumlah foto dari wilayah pesisir Rusia menunjukkan bangunan yang rusak, pelabuhan yang terendam air, serta proses evakuasi warga oleh pihak berwenang.