Fakta Unik dari Cokelat

Fakta Nyata – Cokelat bukan sekadar camilan manis yang bikin nagih, tapi ternyata punya sejarah dan kandungan yang luar biasa menarik. Makan sekeping cokelat bahkan dipercaya dapat meningkatkan mood bahagia, layaknya orang yang sedang jatuh cinta.

Di balik rasanya yang lezat, cokelat menyimpan berbagai fakta unik yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. 

Asal muasal cokelat

Pohon kakao pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat suku Maya di Amerika Selatan. Pada masa itu, biji kakao dikenal dengan sebutan theobroma cocoa yang berarti makanan para dewa.  Cokelat menjadi salah satu makanan mewah dan sering disajikan di acara perayaan penting

1. Cokelat Mengandung Kafein

Mungkin kamu tidak menyangka, tapi cokelat memang mengandung kafein—meskipun tidak sebanyak secangkir kopi. Semakin gelap cokelatnya (seperti dark chocolate), maka semakin tinggi pula kandungan kafeinnya. Sebaliknya, white chocolate alias cokelat putih tidak mengandung kafein sama sekali, karena tidak mengandung padatan kakao seperti cokelat hitam atau susu.

2. Cokelat Pernah Jadi Mata Uang

Pada masa peradaban Aztec dan Maya, biji kakao sangat bernilai dan bahkan digunakan sebagai alat tukar. Bayangkan saja, 10 biji kakao cukup untuk membeli seekor kelinci, dan 100 biji kakao bisa ditukar dengan pakaian lengkap atau ayam kalkun! Menarik, kan? Ini menunjukkan betapa berharganya cokelat bagi masyarakat kuno.

3. Bahan dasar cokelat putih berbeda dari cokelat lainnya

Fakta cokelat yang mungkin tidak banyak orang tahu adalah bahwa cokelat putih itu punya bahan dasar yang berbeda dari cokelat lainnya.

Jika pada umumnya cokelat terbuat dari bubuk biji kakao, cokelat putih terbuat dari gula, susu, cocoa butter, dan vanili. Perbedaan bahan inilah yang membuat cokelat putih memiliki warna yang berbeda dari cokelat lainnya.

4. Meningkatkan daya ingat

Cokelat juga ternyata dapat berpotensi sebagai makanan untuk meningkatkan daya ingat. Manfaat cokelat ini berasal dari kandungan flavonoid di dalamnya. Senyawa flavonoid dapat membantu meningkatkan aliran darah yang membawa oksigen ke otak dan mencegah penumpukan plak beta-amiloid di otak yang kerap menyebabkan penyakit Alzheimer.

5. Pohon Kakao Dapat Berumur Hingga 200 Tahun

Pohon kakao dapat hidup hingga 200 tahun! Namun yang menarik, ketika ditanam di daerah yang berbeda, masa hidupnya berubah. Pohon kakao yang tumbuh di daerah tropis hanya dapat bertahan hingga 25 tahun.

Meskipun memiliki masa hidup yang berbeda, satu pohon kakao dapat menghasilkan 2500 biji kakao setiap musim, yang setara dengan 2838 gram cokelat. Dengan banyaknya biji kakao yang dihasilkan setiap musim, umat manusia mungkin tidak perlu khawatir akan kekurangan cokelat.