Mengenal Tapir: Fakta Unik Satwa Dilindungi yang Berperan Penting Menjaga Ekosistem Hutan
Fakta Nyata – Kasus warga yang menangkap dan menyembelih tapir di Mesuji, Lampung, mendadak ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Satwa yang sering disalahpahami mirip babi hutan ini muncul di pinggir jalan, sebelum akhirnya diesekusi warga setempat.
Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), tapir yang memiliki nama latin Tapirus indicus merupakan hewan herbivora pemakan tumbuhan. Satwa ini tergolong sebagai mamalia besar endemik Pulau Sumatra. Maka, tidak mengherankan jika warga di daratan Sumatera seperti Mesuji bisa berpapasan dengan hewan ini.
Moncongnya mirip gajah, tubuhnya menyerupai babi, dan kakinya mengingatkan pada kuda. Penampilannya yang tidak biasa membuat tapir mudah dikenali, tapi justru jarang benar-benar dikenal.
Di balik bentuknya yang unik, tapir menyimpan banyak keistimewaan yang penting bagi ekosistem tempat ia hidup. Yuk, kenalan lebih dekat dengan tapir dan fakta-fakta menarik yang membuatnya begitu istimewa!
Mengenal Apa Itu Tapir
Sebenarnya apa itu tapir? Tapir adalah mamalia besar yang masih berkerabat dengan kuda dan badak, meskipun penampilannya lebih mirip dengan babi besar. Hewan ini hidup di hutan-hutan tropis dan subtropis, terutama di Amerika Selatan dan Asia Tenggara.
Di Indonesia, tapir bisa ditemukan di hutan-hutan Sumatra dan dikenal dengan nama Tapirus indicus atau tapir Asia. Tapir memiliki tubuh yang besar, kaki pendek, serta hidung yang panjang dan fleksibel, mirip dengan belalai mini, yang memudahkannya dalam mencari makanan.
Fakta Unik Tapir
Tapir termasuk salah satu satwa yang sudah menghuni Bumi sejak jutaan tahun lalu. Meski keberadaannya setua itu, tapir justru sering luput dari perhatian karena bentuk tubuhnya yang tak biasa.
Padahal, di balik tampilannya yang unik, tapir menyimpan banyak fakta menarik yang membuatnya benar-benar istimewa:
1. Tapir Berbeda dengan Babi Hutan
Dilansir dari unggahan resmi Instagram Kementerian Hutan (Kemenhut), tapir dan babi hutan memiliki perbedaan yang cukup kontras. Walaupun sama-sama termasuk satwa liar berkaki empat dan memiliki moncong, keduanya berasal dari keluarga, ciri fisik, hingga peran ekosistem yang jauh berbeda.
Tapir berasal dari keluarga Tapiridae yang tugasnya menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Salah satu perannya adalah membantu penyebaran biji tumbuhan agar hutan tetap lestari.
Babi hutan termasuk satwa liar yang berasal dari keluarga Suidae. Perannya di alam membantu menggemburkan tanah saat mencari makan. Namun, jika populasinya terlalu banyak, babi hutan juga dapat merusak tanaman dan mengganggu area pertanian.
2. Perenang Ulung
Meski bertubuh besar dan berat, tapir justru dikenal sebagai perenang yang andal. Satwa ini sangat menyukai area yang dekat dengan air, seperti sungai, rawa, dan kolam alami.
Beberapa alasan kenapa air penting bagi tapir:
-
- Membantu mendinginkan suhu tubuh
- Menjadi tempat berlindung dari predator
- Digunakan untuk berendam dan beristirahat
Tapir bahkan mampu menyelam dan berjalan di dasar sungai. Moncongnya yang panjang berfungsi seperti snorkel, sehingga ia tetap bisa bernapas saat sebagian tubuhnya berada di bawah air. Kemampuan ini membuat tapir lebih sulit ditangkap predator seperti jaguar atau harimau.
Selain air, tapir juga sering berkubang di lumpur. Lapisan lumpur membantu melindungi kulit dari serangga dan parasit yang mengganggu.
3. Pola Tubuh Unik pada Bayi Tapir
Bayi tapir memiliki pola tubuh yang berbeda dari tapir dewasa. Tubuh mereka dihiasi dengan garis-garis putih dan bintik-bintik yang membantu mereka berkamuflase di alam. Pola ini akan perlahan memudar saat mereka tumbuh dewasa.
4. Indra Penciuman dan Pendengaran Tajam
Tapir mungkin tidak mengandalkan penglihatan, tetapi satwa ini memiliki indra penciuman dan pendengaran yang sangat tajam. Kedua indra ini menjadi alat utama tapir untuk mendeteksi bahaya di hutan.
Kemampuan sensorik tapir meliputi:
-
- Mendeteksi bau predator atau tapir lain dari jarak jauh
- Mendengar suara kecil, termasuk ranting atau daun jatuh
- Menggerakkan telinga ke berbagai arah untuk menentukan sumber suara
Penciuman juga digunakan untuk mengenali jalur, makanan, serta menandai wilayah dengan jejak bau. Selain itu, indra ini berperan penting saat musim kawin tiba.
Tapir termasuk satwa nokturnal. Mereka lebih aktif pada malam hari dan beristirahat di siang hari, strategi yang membantu menghindari panas dan predator.
5. Herbivora yang Rakus
Selanjutnya, tapir merupakan satwa herbivora dengan nafsu makan yang besar. Menu hariannya terdiri dari berbagai bagian tumbuhan, seperti:
-
- Daun
- Ranting muda
- Buah-buahan
- Kulit kayu
Dalam satu hari, tapir dewasa dapat mengonsumsi hingga sekitar 40 kilogram tumbuhan. Moncongnya yang panjang sangat membantu saat memilih dan menjangkau makanan di semak atau pohon rendah.
Tapir juga dikenal memiliki ingatan yang kuat terhadap jalur jelajahnya. Mereka sering menggunakan rute yang sama saat mencari makan, membuat satwa ini sangat bergantung pada habitat alaminya yang utuh.
6. Bisa Menjerit Kencang
Meski terlihat tenang dan pendiam, tapir sebenarnya cukup vokal. Saat merasa terancam, tapir dapat mengeluarkan suara jeritan yang keras dan nyaring, menyerupai peluit tajam.
Fungsi suara pada tapir antara lain:
-
- Mengejutkan predator
- Berkomunikasi dengan tapir lain
- Menjadi sinyal saat anak terpisah dari induknya
Selain jeritan, tapir juga bisa mendengus atau menggeram ketika merasa tidak nyaman. Suara-suara ini merupakan bagian dari cara tapir mengekspresikan kondisi dan perasaannya di alam liar.
Alasan Tapir Disebut ‘Fosil Hidup’

Tapir merupakan hewan purba yang unik di dunia. Satwa ini sudah ada lebih lama dibandingkan dengan mamalia lain. Hal itulah yang membuatnya disebut dengan fosil hidup.
Keunikan tapir dalam dunia satwa karena ia memiliki bentuk tubuh yang menyerupai tiga binatang. Bagian badannya seperti babi, belalainya mirip gajah, dan moncong terlihat kayak trenggiling. Selain itu, secara DNA, tapir justru lebih mendekati dengan kuda, badak, dan zebra. Keunikan inilah yang menjadikan disebut juga dengan tenuk atau badak babi.
Tapir, Satwa Pemalu yang Penting bagi Alam
Tapir memang bukan satwa yang sering kita jumpai, tetapi keunikan dan perannya di alam membuatnya sangat istimewa. Dengan bentuk tubuh yang tak biasa dan sifatnya yang tenang, tapir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis.
Lewat 11 fakta unik di atas, kita bisa melihat tapir bukan sekadar satwa yang lucu, tetapi juga penanda penting kondisi alam. Populasinya yang terus menurun menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat dan kepedulian manusia semakin mendesak.
Menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran adalah langkah awal yang bisa dilakukan bersama. Semakin banyak yang mengenal dan peduli pada tapir, semakin besar pula harapan satwa unik ini untuk tetap hidup di alam liar!
