Simak Fakta Menarik dari Film ”The Conjuring: Last Rites” 

Fakta Nyata – The Conjuring: Last Rites bakal jadi babak pamungkas dari kisah pasangan ikonik Ed dan Lorraine Warren. Film ke-12 dari The Conjuring Universe ini ngambil inspirasi dari kisah nyata Smurl Haunting, yang terjadi di Pennsylvania, AS, antara 1974 sampai 1989, dikutip dari People, Minggu (7/9/2025).

Penasaran, apa sih yang bikin film ini beda dari seri sebelumnya? Ternyata, ada banyak fakta menarik yang belum banyak terungkap dan bikin kita makin nggak sabar!

The Conjuring: Last Rites memang disebut-sebut sebagai “akhir dari sebuah era” untuk pasangan paranormal legendaris ini. Meski waralaba The Conjuring Universe kemungkinan bakal terus berlanjut lewat spin-off atau serial TV, film ini jadi penutup perjalanan utama Ed dan Lorraine yang sudah memukau penonton selama ini.

Yuk, simak 7 hal seru yang bikin The Conjuring: Last Rites wajib banget kamu tunggu!

1. Kasus keluarga Smurl Tahun 1986

The Conjuring: Last Ritesdiangkat dari kisah nyata yang sangat misterius, yaitu kasus hantu keluarga Smurl pada tahun 1986. Janet dan Jack Smurl mengklaim bahwa rumah mereka diteror oleh kekuatan jahat yang sangat kuat, bahkan Jack mengalami pelecehan supranatural selama lebih dari setahun. Ed dan Lorraine Warren turun tangan untuk menyelidiki dan menemukan bahwa ada empat entitas iblis yang mengganggu rumah tersebut.

Kasus ini dikenal sebagai salah satu yang paling rumit dan menantang dalam karier Warrens. Bahkan dianggap lebih kompleks daripada kasus Amityville yang sudah sangat terkenal. Film ini berjanji akan menggali lebih dalam ketegangan psikologis dan horor yang dialami keluarga Smurl, sekaligus menampilkan perjuangan Warrens dalam menghadapi kegelapan yang luar biasa kuat.

2. Kembalinya Annabelle, maskot horor favorit

Salah satu ikon paling ikonik dalam waralaba The Conjuring, boneka Annabelle, dipastikan akan kembali menghantui layar lebar di film ini. Sutradara Michael Chaves menegaskan bahwa kehadiran Annabelle adalah elemen penting yang tidak boleh absen dalam penutup seri utama ini.

Annabelle bukan hanya sekadar boneka menyeramkan, tapi sudah menjadi simbol horor yang melekat erat di hati para penggemar. Penampakan boneka ini bahkan sudah terlihat dalam trailer resmi, menambah antisipasi dan rasa takut yang semakin membuncah. Kehadiran Annabelle di The Conjuring: Last Rites diharapkan bisa memberikan sentuhan nostalgia sekaligus memperkuat atmosfer mencekam film.

3. Perpisahan Emosional

Menurut pernyataan dari E! News, film ini tidak hanya menandai akhir dari perjalanan Ed dan Lorraine Warren di layar lebar, tetapi juga menjadi sebuah perpisahan emosional bagi para aktornya. 

Vera memberikan peringatan kepada penonton untuk mempersiapkan diri, tidak hanya untuk adegan menakutkan, tetapi juga momen yang menguras air mata. “Siapkan dirimu. Kamu akan melompat dan berteriak, tetapi kamu juga akan meneteskan banyak air mata,” kata Farmiga. 

Patrick Wilson menambahkan bahwa pengalaman syuting kali ini terasa sangat berbeda. Kali ini menjadi perjalanan paling berat bagi karakter mereka maupun bagi para aktornya. 

“Rasanya seperti, “Wah, kita hampir sampai di akhir sesuatu.” Dan inilah pengalaman terberat yang pernah dialami karakter-karakter ini. Bisa dibilang, pengalaman terberat yang pernah kita alami—setidaknya dalam waralaba ini,” ujar alumni Fargo tersebut.

4. Kasus yang lebih menantang dan personal

Kasus keluarga Smurl yang menjadi inti cerita dari The Conjuring: Last Rites digambarkan sebagai salah satu yang paling sulit dan menantang bagi Ed dan Lorraine Warren. Tingkat kesulitannya bahkan melebihi kasus-kasus terkenal seperti Amityville. Hal ini membuka peluang bagi narasi yang lebih intens dan emosional, karena Warrens harus menghadapi entitas yang sangat gigih, merusak, dan berbahaya.

Konflik yang dihadirkan bukan hanya soal melawan kekuatan jahat, tapi juga bagaimana mereka mempertahankan keyakinan dan kekuatan mental di tengah tekanan yang luar biasa. Ini menjanjikan pengalaman menonton yang lebih mendalam dan menegangkan.

5. Pelatihan paranormal baru oleh Warrens?

Ada spekulasi menarik bahwa film ini akan mengeksplorasi sisi lain dari kehidupan Ed dan Lorraine Warren, yaitu peran mereka sebagai mentor bagi paranormal baru. Mengingat usia mereka yang sudah tidak muda lagi dan pengalaman panjang yang mereka miliki. Oleh karena itu melatih generasi baru menjadi langkah logis dan emosional.

Dalam kenyataannya, Warrens memang pernah melatih beberapa paranormal, termasuk keponakan mereka, John Zaffis, yang juga dikenal sebagai paranormal profesional. Jika cerita ini diangkat, penonton akan diajak melihat bagaimana ilmu dan pengalaman Warrens diwariskan. Sekaligus menghadirkan dinamika baru dalam dunia supranatural yang mereka geluti.

6. Fokus cerita yang lebih dalam dan personal

The Conjuring: Last Rites mengambil latar waktu lima tahun setelah peristiwa di The Conjuring: The Devil Made Me Do It, tepatnya pada tahun 1986. Film ini menjadi yang pertama secara eksplisit membahas rencana pensiun Ed dan Lorraine Warren, sebuah tema yang belum pernah diangkat dalam film-film sebelumnya.

Alih-alih hanya fokus pada kasus-kasus supranatural yang mereka tangani, The Conjuring: Last Rites menyelami sisi personal dan emosional dari pasangan ini. Hal itu memperlihatkan pergulatan batin mereka menghadapi akhir karier sebagai penyelidik paranormal. Pendekatan ini memberikan kedalaman cerita yang lebih kaya dan membuat karakter Warrens terasa lebih nyata dan relatable.

7. Warren Siap Pensiun?

Patrick Wilson, aktor yang memerankan Ed Warren, mengungkapkan bahwa film The Conjuring: Last Rites akan menampilkan sisi baru dari pasangan paranormal legendaris ini, yaitu saat mereka mulai mempertimbangkan untuk pensiun.

Berbeda dengan film-film sebelumnya yang selalu fokus pada kasus-kasus besar dan penuh ketegangan. Pada film ini penonton diajak melihat bagaimana Ed dan Lorraine menghadapi skeptisisme dari masyarakat dan media. Selain itu juga bagaimana mereka menjalani kehidupan di luar sorotan publik.

Momen ini memberikan dimensi baru pada karakter mereka, memperlihatkan sisi manusiawi dan keraguan yang selama ini jarang diangkat dalam cerita horor. Ini juga menjadi refleksi tentang beban mental dan emosional yang mereka tanggung selama bertahun-tahun menangani kasus-kasus supranatural.