Fakta Unjuk Rasa Gen-Z di Nepal, PM dan Presiden Mundur

Fakta Nyata – Protes kekerasan terus berlanjut di Nepal, meskipun larangan 26 aplikasi telah dicabut dan Perdana Menteri Nepal , KP Sharma Oli, mengundurkan diri. Protes antikorupsi, yang sebagian besar dipimpin oleh mahasiswa dan pemuda, melanda negara itu selama seminggu terakhir.

Setidaknya 19 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam tindakan keras polisi, menurut berbagai laporan. Di tengah protes, video menunjukkan Oli terlihat meninggalkan kantornya dengan helikopter militer.

Dilansir Reuters, kerusuhan ini disebut yang terburuk dalam beberapa dekade di negara yang terjepit di antara India dan China tersebut. Nepal juga tengah berjuang melawan ketidakstabilan politik dan ekonomi, sejak aksi protes yang berujung pada penghapusan monarki pada 2008 lalu. Berikut fakta-fakta terkini unjuk rasa gen-Z Nepal.

Gedung Parlemen Dibakar

Melansir NDTV, di Kathmandu, para demonstran memaksa masuk ke gedung parlemen dan membakarnya, sementara gedung-gedung pemerintah lainnya dan kediaman para pemimpin politik juga menjadi sasaran. Sebuah video merekam para demonstran yang menerobos kompleks parlemen.

Ratusan demonstran terlihat menyerbu ke area tersebut, memanjat tembok dan menerobos barikade keamanan. Asap mengepul dari gedung parlemen utama yang terbakar. Api melahap sebagian bangunan sementara para pengunjuk rasa terus berkumpul, meneriakkan yel-yel dan melambaikan spanduk. Para pengunjuk rasa juga membakar rumah Oli.

PM dan Presiden mundur

PM Nepal KP Sharma Oli mengumumkan pengunduran diri pasca demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota. Dalam surat pengunduran dirinya, Oli mengatakan keputusan itu untuk memfasilitasi solusi atas masalah yang terjadi.

“Mempertimbangkan situasi yang tidak menguntungkan di negara ini, saya memutuskan mengundurkan diri hari ini untuk memfasilitasi solusi atas masalah ini dan membantu mengatasi hal ini secara politis sesuai dengan konstitusi,” kata Oli pada Selasa (9/9).

Keputusan itu juga disampaikan beberapa jam setelah kediaman Oli dibakar massa. Tak lama setelah Oli mundur, Presiden Ram Chandra Poudel juga mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri PM dan Presiden membuat Nepal tanpa pemimpin eksekutif di tengah situasi yang semakin chaos ini.

Siapa yang memimpin protes?

Uniknya, demonstrasi ini tidak punya pemimpin tunggal. Aksi berlangsung organik lewat seruan di media sosial, diikuti mahasiswa, pelajar, bahkan anak sekolah. Mereka menamakan diri sebagai Generasi Z, menjadikan istilah ini simbol perlawanan.
Wali Kota Kathmandu, Balen Shah, adalah satu-satunya tokoh politik yang secara terbuka menyatakan dukungan. Ia menyerukan agar aparat menahan diri.

Mantan PM Diserang

Sebuah video menunjukkan mantan Perdana Menteri Nepal Sher Bahadur Deuba berdarah di wajahnya saat ia dan istrinya, Arzu Rana Deuba, diselamatkan oleh tentara setelah para pengunjuk rasa menerobos masuk ke kediaman mereka di Kathmandu. Rekaman tersebut menunjukkan situasi segera setelah serangan, dengan tanda-tanda penodaan dan kekacauan di dalam dan di luar rumah.

Menteri Keuangan Dikejar dan Ditendang

Melansir NDTV, sebuah video menunjukkan Menteri Keuangan Nepal, Bishnu Prasad Paudel, 65 tahun, berlari di jalanan Kathmandu yang padat dengan sekelompok besar demonstran yang mengejarnya. Pada satu titik, seorang demonstran muda melompat dari arah berlawanan dan menendang menteri tersebut, yang kemudian menabrak tembok merah. Paudel segera berdiri dan terus berlari di jalanan.