Simak Fakta dari Ulat Bulu yang Beracun

Fakta Nyata – Dalam pandangan banyak orang, ulat bulu menjadi salah satu hewan yang menjijikan dan dianggap sebagai hewan yang dapat membahayakan serta mengganggu kesehatan pada manusia. Bahkan tak jarang keberadaannya dianggap sangat meresahkan bagi manusia.

Dikutip dalam artikel KliknClean, ulat merupakan hewan rakus dan banyak dari jenis ulat yang termasuk sebagai hama pertanian yang paling serius.  Asal mula kata “ulat” berasal dari awal abad ke-16. Mereka berasal dari bahasa Inggris Tengah catirpel, catirpeller, mungkin merupakan perubahan dari catepelose Prancis Utara Lama: cate, cat (dari cattus Latin) + pelose, berbulu (dari pilōsus Latin).

Ulat bulu memiliki tubuh lunak yang dapat tumbuh dengan cepat. Ukurannya bervariasi antar spesies dan instar (moults) mulai dari 1 mm hingga 14 cm. Tak sulit untuk menemukan keberadaan ulat bulu, sebab memang sering berdiam diri di dedaunan. Meski begitu, kamu bisa menyimak beberapa fakta berikut ini agar semakin mengenal ulat bulu.

Cara ulat bulu bereproduksi

Proses reproduksi yang dimiliki ulat bulu sebetulnya tak jauh berbeda dengan ulat lainnya. Dilansir Museums Victoria, upu-kupu betina biasanya akan bertelur dan larvanya akan menetas sekitar 3 hari yang kemudian akan membentuk ulat baru. Nantinya ulat tumbuh dengan bergant kulit berhari-hari sebelum akhirnya kembali berevolusi menjadi kepompong.

Habitat asli ulat bulu

Setiap hewan pasti memiliki habitatnya tersendiri, termasuk dalam hal ini adalah ulat bulu. Dilansir Run Wild My Child, tak sulit menemukan habitat dari ulat bulu, sebab memang kerap ditemukan di pepohonan, rumput, atau daun di sekitar kayu. Bahkan tak sedikit ulat bulu yang mampu berkamuflase, sehingga sulit dibedakan dengan daun atau pun batang kayu.

Ragam spesies ulat bulu

Setiap jenis hewan sudah pasti memiliki ragam spesies yang berbeda-beda, termasuk dalam hal ini adalah ulat bulu. Dilansir AZ Animals, jumlah spesies yang dimiliki ulat bahkan bisa mencapai hingga 180 ribu banyaknya. Tentu saja hal ini bisa menjadi pembeda utama, entah itu secara fisik, habitat, dan lain sebagainya.

Proses evolusi ulat bulu

Sebetulnya tak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara ulat bulu dengan jenis ulat lainnya, sebab semuanya sama-sama dimulai dari larva. Dilansir Pnas.org, ulat bulu pada awalnya merupakan larva yang kemudian berevolusi menjadi kumbang, lebang, lalat, atau pun kupu-kupu setelah kehilangan kakinya. Meski begitu, tampilan dari ulat bulu jelas berbeda jika dibandingkan dengan ulat biasa.

Efek yang ditimbulkan ulat bulu

Memang betul bahwa ulat bulu bisa menyebabkan efek yang kurang mengenakan apabila sampai mengenai kulit secara langsung. Namun bukan bulu sebenarnya itu adalah duri yang terhubung ke kantung beracun. Ketika ulat bulu disentuh, mereka mungkin akan melepaskan racun dalam dosis yang kecil kepada tubuh manusia.

Namun, pada dasarnya ini adalah mekanisme pertahanan yang digunakan ulat bulu untuk menghindari predator ataupun makhluk yang jauh lebih besar seperti manusia. Memang beberapa ulat bulu yang mengandung racun dapat menyebabkan keracunan.

Alasan kedua yang menyebabkan kulit menjadi gatal adalah karena aktifnya respons kekebalan tubuh manusia dikutip melalui laman Very Well Health. Respons ini dapat aktif ketika tubuh dibanjiri dengan zat kimia bernama histamin. Menyentuh ulat dapat memicu pelepasan histamin sehingga timbulnya kemerahan, bengkak, gatal, ruam, bilur dan beberapa benjolan berisi cairan yang disebut vesikel.