Penemuan 3 Fakta Terbaru Situs Gunung Padang

Fakta Nyata – Situs Gunung Padang adalah  situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat yang berusia 10.000 – 25.000 tahun sebelum masehi. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Meski disebut Gunung Padang, penamaan tersebut tidak mengacu pada sebuah gunung secara harfiah. Kata Padang di belakangnya juga tidak menunjukkan lokasi keberadaannya di Padang yang merupakan salah satu kota di Sumatera Barat. Belum lama ini tim peneliti dan pemugaran situs Gunung Padang menemukan 3 fakta penting untuk menguak misteri situs megalitikum tersebut. Yang terbaru, tim peneliti menemukan 3 temuan penting terkait situs Gunung Padang. Berikut ulasannya:

Asal Usul Batuan Gunung Padang

Tim peneliti dan pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang mendapati adanya gunung batu yang diduga merupakan sumber atau asal muasal dari bebatuan di situs yang usianya lebih tua dari piramida Giza di Mesir.

Namun batuan dari gunung tersebut akan diuji di labolatorium untuk mencocokan materinya dengan bebatuan di situs. Ketua Tim Peneliti sekaligus Arkeolog, Ali Akbar mengungkapkan jika bebatuan berbentuk batang panjang persegi lima tersebut merupakan batu hasil aktivitas gunung berapi di kawasan Gunung Padang pada jutaan tahun lalu.

Bebatuan tersebut diduga berasal dari wilayah selatan, dimana terdapat tempat yang dinamakan Ciukir. Tempat yang berjarak dua kilometer dari situs tersebut digadang-gadang sebagai lokasi pengukiran bebatuan sebelum dipasang di Gunung Padang.

Namun setelah melakukan pengamatan, Ali menemukan ada gunung batu di sebelah utara situs yang bentuknya menyerupai dengan bebatuan di situs Gunung Padang.

“Nama gunungnya ialah Pasir Pogor. Jaraknya sekitar lima kilometer dari situs. Gunung tersebut berupa bebatuan, dan tim peneliti menemukan garis membentuk persegi panjang,” kata dia.

Dia mengatakan, sampel batuan di gunung tersebut sudah diambil dan akan diuji di labolatorium. Sampel tersebut dibandingkan dengan sampel batuan dari gunung padang.

Pilar Penyangga Ruang Bawah Tanah Gunung Padang

Sejumlah bantuan dengan posisi berdiri tegak ditemukan di sejumlah titik di Situs Gunung Padang. Namun peneliti mendapati jika sekitar empat bebatuan memiliki ukuran yang cukup panjang dan tertanam dalam ke bawah tanah.

Diduga bebatuan tersebut merupakan pilar penyangga struktur utama situs dan penahan struktur bangunan yang masih terkubur di bawah tanah.

“Kami menduga ada bangunan atau mungkin ruangan di bawah tanah. Pilar ini jadi penyangganya. Makanya akan dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan Lidar serta alat lainnya untuk mengungkap misteri tersebut,” kata Ali Akbar.

Struktur Undakan di Gunung Padang

Ali Akbar tampak mengamati dengan seksama pemandangan di sekitarnya ketika menaiki tangga menuju teras utama Gunung Padang. Langkahnya terhenti ketiga di pertengahan tangga, melihat struktur unik di antara pepohonan yang tumbuh di samping tangga.

Ali Akbar menyebut, dari hasil pengamatannya pepohonan tersebut tumbuh di tanah datar di sela struktur undakan di luar teras utama. Menurut dia, hal itu menunjukkan jika Situs Gunung Padang merupakan struktur bangunan besar, bukan sekadar lima teras utama yang terlihat dari permukaan.

“Terlihat ada beberapa undakan di kiri kanan tangga. Jadi memang struktur bangunannya besar. Bahkan dari penelitian sebelumnya ditemukan ada struktur bangunan di kedalaman puluhan meter di bawah tanah. Itu yang akan kamu coba ungkap nantinya,” kata dia.