Laut Merah, Apakah Airnya Merah? Intip Faktanya
Fakta Nyata – Sudah pernah mendengar tentang Laut Merah? Laut Merah, yang juga dikenal sebagai Laut Teberau, adalah salah satu perairan yang paling menarik dan bersejarah di dunia. Terletak di antara Timur Tengah dan Afrika Timur, Laut Merah telah menjadi saksi dari peradaban kuno dan perdagangan maritim yang yang melibatkan berbagai bangsa dan budaya.
Dilansir Egypt United Tours, Laut Merah memang menjadi wilayah yang penting sejak zaman dahulu. Tak hanya digunakan sebagai jalur perdagangan, Laut Merah juga menjadi saksi atas kejadian besar yang dicatat oleh kitab suci.
Sebelum masuk ke deretan fakta simak dulu sekilas tentang laut merah. Menurut pengertiannya, Laut Merah merupakan sebuah teluk besar yang terletak di semenanjung Jazirah Arab, menjadi pemisah antara benua Asia Barat dan Afrika Timur. Namun, jika ditinjau secara geografis, Laut Merah ini dikelilingi beberapa negara seperti Mesir, Sudan, Eritrea, Arab Saudi, Yaman, Yordania, dan Palestina. Salah satu daya tarik dari Laut Merah adalah keindahan alam bawah lautnya yang luar biasa.
Terumbu karang yang beragam dan warna-warni serta keanekaragaman hayati laut, menjadikan Laut Merah sebagai salah satu destinasi menyelam terbaik di dunia. Selain itu, Laut Merah juga memiliki sejarah panjang sebagai jalur perdagangan internasional, terutama dalam perdagangan rempah-rempah dan barang-barang mewah pada masa lampau.
Hal ini membuatnya menjadi titik pertemuan budaya dan peradaban yang kaya serta menjadi objek penelitian arkeologis yang menarik, termasuk situs-situs kuno yang memberikan wawasan tentang peradaban kuno di wilayah tersebut. Salah satunya adalah kota kuno Petra di Yordania, yang terkenal dengan bangunan-bangunan yang dipahat di tebing batu merahnya.
Berikut deretan fakta mengejutkan tentang Laut Merah yang jarang diketahui!
1. Laut Merah adalah laut yang paling asin di dunia
Laut Merah adalah laut yang paling asin di dunia. Rata-rata salinitasnya adalah 41,5%, yang lebih asin daripada air laut normal (35%).
Hal ini disebabkan oleh kurangnya aliran air tawar ke Laut Merah, dan penguapan yang tinggi. Salinitas yang tinggi dari Laut Merah memiliki beberapa dampak pada kehidupan laut di sana.
Salah satunya adalah bahwa ikan-ikan di Laut Merah harus beradaptasi untuk hidup dalam air asin. Ikan-ikan ini memiliki ginjal yang lebih besar untuk membantu mereka mengeluarkan kelebihan garam dari tubuh mereka.
2. Laut Merah memiliki banyak pulau
Jika kamu membayangkan Laut Merah sebagai lautan luas sejauh mata memandang, maka kamu salah. Dilansir Marine Insight, Laut Merah memiliki 521 pulau. Kebanyakan digunakan sebagai destinasi wisata atau spot menyelam. Menariknya, gak semua pulau ini berusia tua.
Aktivitas vulkanik di Laut Merah membuat pulau baru muncul setiap beberapa tahun sekali. Pulau Sholan dan Jadid yang ada di Yaman misalnya, keduanya muncul ke permukaan pada tahun 2001 dan 2013.
3. Nama Laut Merah disebutkan di dalam dua kitab suci
Ada banyak perairan di dunia, tapi berapa banyak perairan yang disebutkan oleh dua kitab suci sekaligus? Benar, Laut Merah. Dilansir National Gallery, Laut Merah merupakan saksi bisu ketika Nabi Musa AS dan pengikutnya dikejar oleh Fir’aun.
Ketika sampai di tepi Laut Merah, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya. Lautan terbelah dan memberikan jalan bagi Nabi Musa AS serta pengikutnya. Di sisi lain, di laut inilah Fir’aun yang mengejar Nabi Musa AS dan pengikutnya tenggelam. Kisah pengejaran Nabi Musa AS ini kemudian diabadikan dalam Alkitab dan Al-Qur’an.
4. Laut Merah adalah tempat yang populer untuk diving dan snorkeling
Kejernihan air dan keragaman kehidupan laut di Laut Merah menjadikannya salah satu tujuan wisata bawah laut yang paling populer di dunia.
Penyelam dan pecinta snorkeling dapat melihat berbagai macam terumbu karang, ikan, dan makhluk laut lainnya di Laut Merah.
5. Sejak dulu, Laut Merah memegang peran yang sangat penting
Saat ini, Laut Merah merupakan salah satu jalur pelayaran paling sibuk di dunia. Bagi banyak pelaut, Laut Merah merupakan jalan pintas bagi negara-negara Eropa untuk mencapai Asia. Tanpanya, negara-negara ini terpaksa harus memutar lewat Afrika.
Nyatanya, keberadaan Laut Merah memang sangat penting. Tidak hanya bagi kita yang hidup di masa kini, tapi juga orang-orang di masa lalu. Dilansir Marine Insight, di tahun 595 SM, bangsa Mesir Kuno menggunakan Laut Merah untuk mengirim biji-bijian, ternak, rempah, kerajinan tangan, hingga budak menuju Afrika.
Ketika Romawi menguasai wilayah ini, mereka menjadikan Laut Merah sebagai penghubung dengan India. Melalui perairan ini, India mengirimkan kain sutra berkualitas, lada, hingga kayu manis ke Roma.
