Kisah Nyata Dibalik Film “Beauty and The Beast”
Fakta Nyata – Siapa sangka, salah satu film animasi paling ikonik dari Disney ternyata punya akar cerita dari kehidupan nyata. Di balik dongeng BEAUTY AND THE BEAST yang sarat makna cinta tulus, tersimpan kisah tragis dan menyentuh dari abad ke-16. Cerita itu bukan sekadar fiksi atau imajinasi penulis. Tokoh “buruk rupa” dalam cerita ternyata benar-benar ada dan menjalani hidup yang penuh tantangan. Kisah ini membuktikan bahwa cinta bisa tumbuh bahkan di balik rupa yang tak biasa.
Bila Anda jeli, ada sejumlah fakta sejarah yang tersimpan dalam beberapa adegan di film yang dibintangi oleh Emma Watson dan Dan Stevens ini. Fakta-fakta ini, bahkan tak sedikit yang terasa mengerikan.
Cerita Beauty and the Beast Sudah Berusia Lebih dari 4.000 Tahun
Tahukah kamu? Menurut penelitian yang di lakukan oleh para akademisi dari Universitas Durham dan Universitas Lisbon, cerita serupa Beauty and the Beast sudah ada sejak lebih dari 4.000 tahun lalu! Ini berarti, kisah tentang cinta antara manusia dan makhluk asing telah mengakar kuat dalam budaya manusia sejak zaman kuno.
Awalnya, cerita ini berkembang dari tradisi lisan yang di wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Baru pada abad ke-16 dan 17, cerita ini mulai di tulis dalam bentuk sastra. Jeanne-Marie Leprince de Beaumont kemudian mempopulerkan cerita ini dalam bentuk novel moral di Prancis, yang akhirnya menginspirasi berbagai adaptasi modern, termasuk film Disney yang kita kenal sekarang.
Sungguh menakjubkan bagaimana kisah cinta ini mampu bertahan sepanjang ribuan tahun!
Wabah Hitam yang Mematikan
Dalam salah satu bagian di film ini, Belle dibawa oleh Beast menuju kota yang paling ingin ia kunjungi, yakni Paris. Di sini, terkuak masa lalu keluarga Belle, yakni kematian sang ibu.
Dalam salah satu shot, diperlihatkan keberadaan topeng yang berbentuk seperti paruh burung. Dari topeng ini, bisa dipastikan bahwa ibu Belle meninggal sebagai korban Wabah Hitam atau Black Plague, yang menyerang wilayah Eurasia sejak abad 14 dan berkali-kali mewabah hingga beratus tahun kemudian.
Wabah Hitam diperkirakan telah merenggut nyawa 75 juta-200 juta orang, dan membuat populasi Eropa menurun drastis. Wabah ini mendapat namanya dari salah satu ciri orang yang menderita penyakit ini, yakni tubuh yang menghitam karena terjadi pendarahan di bawah kulit.
Ada pun topeng berbentuk paruh burung ini digunakan oleh mereka yang berprofesi sebagai ‘dokter’ yang mengobati para penderita wabah. Paruh burung tersebut berfungsi sebagai tempat menaruh wewangian untuk melawan bau busuk. Hanya sayangnya, para ‘dokter’ ini banyak yang sebenarnya tak memiliki kemampuan dan pelatihan di bidang medis.
Sosok Nyatanya Bernama Petrus Gonsalvus
Petrus lahir di Tenerife, Kepulauan Canary, pada 1537, dengan kelainan genetis bernama hipertrikosis. Pada usia 10 tahun, ia dibawa ke Prancis sebagai “hadiah eksotis” bagi Raja Henry II dan dijadikan objek hiburan sekaligus penelitian. Meski awalnya dianggap aneh, sang raja dan ratu melihat kecerdasan Petrus dan mulai mendidiknya layaknya bangsawan.
Setelah Raja Henry II wafat, sang ratu menjodohkan Petrus dengan wanita cantik bernama Catherine sebagai eksperimen sosial. Awalnya Catherine takut, namun ia akhirnya menerima Petrus, menikah, dan memiliki tujuh anak yangempat di antaranya mewarisi kondisi sang ayah.
Beauty and the Beast Hampir Gagal Di tayangkan
Ternyata perjalanan Beauty and the Beast menuju layar lebar tidaklah mulus. Walt Disney sudah mencoba mengadaptasi cerita ini sejak tahun 1930-an. Namun, upaya tersebut berulang kali gagal karena jalan cerita di anggap terlalu kompleks untuk di visualisasikan.
Setelah berbagai upaya, Dis ney baru berhasil menghidupkan proyek ini pada akhir 1980-an. Saat itu, setelah keberhasilan besar The Little Mermaid, Dis ney memutuskan untuk mengembangkan Beauty and the Beast sebagai film musikal animasi. Hasilnya? Film ini menjadi salah satu mahakarya terbesar dalam sejarah animasi, bahkan menjadi film animasi pertama yang di nominasikan untuk Best Picture di Academy Awards!
Sungguh perjalanan panjang yang akhirnya membuahkan hasil luar biasa.
Pernah Jadi Tontonan Istana Eropa
Keluarga Petrus sempat menjadi sorotan di berbagai kerajaan Eropa. Mereka diundang bukan untuk dihormati, melainkan dipertontonkan karena penampilan fisik yang dianggap aneh. Kehidupan mereka lebih mirip sirkus keliling daripada tamu kerajaan.
Karena terus jadi tontonan, keluarga ini akhirnya menetap di Parma, Italia, di bawah perlindungan Duke Ranuccio Farnese, untuk hidup lebih tenang.
RSJ yang Mengerikan
Dalam satu adegan yang menuju bagian klimaks Beauty and The Beast, ayah Belle diancam akan dibawa ke rumah sakit jiwa oleh Gaston. Pria narsis ini lantas menyebutkan bahwa keadaan di RSJ akan jauh lebih mengerikan ketimbang di desa.
Di masa itu, pengetahuan yang minim tentang penyakit kejiwaan memang membuat para penderita sakit mental mendapat perlakuan yang tidak manusiawi. Mereka dirantai dan dijejalkan pada sel berteralis besi.
Mereka yang masuk RSJ ini pun tak selalu menderita gangguan kejiwaan. Perempuan yang memiliki pendapat yang bertentangan dengan norma masa itu, juga kerap dimasukkan ke RSJ. Jadi, melihat kondisi kala itu, bukan hal yang aneh bila dalam film ini Belle juga hendak dijebloskan ke ke tempat mengerikan tersebut.
