Indahnya Langit Malam Dihiasi Hujan Meteor Lyrid, Simak Faktanya

Fakta Nyata – Tepat kemarin 23 April, langit malam menjadi panggung pertunjukan alam yang memukau hujan meteor Lyrid. Fenomena ini terjadi setiap bulan April saat Bumi melintasi jejak debu yang ditinggalkan oleh Komet Thatcher, yang mengorbit Matahari setiap 415 tahun.

Saat terjadi hujan meteor Lyrid, bulan cembung besar tampak sepanjang malam. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Lyrid adalah mulai tengah malam ketika arah datang Lyrid sudah cukup tinggi sekitar 30º di atas horison. Pengamat bisa memburu hujan meteor ini ketika langit mulai gelap hingga menjelang matahari terbit. Untuk lebih jelasnya, yuk, simak fakta-fakta hujan meteor Lyrid berikut ini!

Apa Itu Hujan Meteor?

Menurut NASA, hujan meteor terjadi saat Bumi melintasi jalur puing-puing dari komet atau benda luar angkasa lainnya yang mengorbit Matahari. Ini menyebabkan peningkatan jumlah meteor (atau yang sering kita sebut “bintang jatuh”) yang bisa terlihat di langit malam.

Apa yang Bisa Dilihat?

Hujan meteor Lyrid digolongkan sebagai hujan meteor dengan intensitas sedang. Menurut EarthSky, kita bisa melihat sekitar 10–15 meteor per jam. Meskipun tidak secerah hujan meteor Perseid, Lyrid kadang-kadang memunculkan bola api terang yang terlihat sangat mencolok di langit.

Fakta Hujan Meteor Lyrid

    1. Ditemukan A. E. Thatcher pada 1861

Komet Thatcher ditemukan pada 1861 oleh seorang ilmuwan bernama A. E. Thatcher. Nama lain dari komet ini adalah C/1861 G1.

Thatcher ditemukan ketika ia berada pada titik perihelion atau jarak terdekatnya dengan matahari. Diketahui, NASA belum mengklasifikasikan Thatcher sebagai objek astronomi yang berbahaya lantaran orbitnya tidak begitu dekat dengan bumi.

Untuk saat ini, komet Thatcher sedang berada di suatu tempat yang sangat jauh. Ilmuwan memperkirakan C/1861 G1 akan kembali lagi pada tahun 2283.

    1. Sepihannya Jatuh Sebagai Hujan Meteor

Saat berkelana mengitari matahari, Thatcher meninggalkan debu atau serpihan pada lintasan yang dilewatinya. Ketika bumi mencapai lintasan yang penuh dengan serpihan komet Thatcher, maka terjadilah hujan meteor Lyrid.

Fenomena astronomi itu terjadi lantaran serpihan komet C/1861 G1 tertarik oleh gravitasi bumi. Saat memasuki bumi, puing-puing komet Thatcher akan terbakar lantaran bergesekan dengan atmosfer.

Gesekan itulah yang menyebabkan meteor yang turun ke bumi terlihat berkilau atau bak bola api yang menyala.

    1. Hujan meteor Lyrid tidak membahayakan Bumi atau pengamat

Meteor yang masuk ke Bumi akan hangus terbakar di atmosfer karena adanya gaya gesek. Jadi, hujan meteor yang turun ke Bumi tidak akan membahayakan Bumi ataupun pengamat. Pada umumnya, meteor-meteor tersebut bakal habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi.

Meskipun meteor tersebut mencapai permukaan Bumi, tidak akan ada dampak yang signifikan lantaran ukuran objek langit tersebut sangat kecil bak batu atau kerikil. Jadi, sama seperti hujan-hujan meteor lainnya, Lyrid tidaklah berbahaya.

Sejatinya, hujan meteor adalah fenomena astronomi yang bisa diamati oleh mata telanjang. Saat turun ke Bumi, meteor-meteor tersebut bak bola api yang bergerak menghiasi langit. Apabila beruntung, kamu akan mendapatkan pemandangan meteor yang tiada henti ketika puncaknya terjadi.