Fakta Unik Asparagus, Membuat Bau Urin Tidak Sedap

Fakta Nyata – Asparagus merupakan salah satu sayuran yang populer di dunia. Sayuran ini memiliki tiga macam warna, yakni hijau, putih dan ungu. Sayangnya, asparagus tidak begitu populer di Indonesia.

Asparagus pertama kali ditemukan di Mediterania ribuan tahun yang lalu, dan telah populer sejak saat itu. Rasa halus dan fleksibilitas telah membuatnya menjadi populer di seluruh dunia. Beragam kandungan nutrisi sayuran asparagus bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Asparagus paling baik dimakan setelah dimasak, karena panas membantu melunakkannya. Merebus, mengukus, menggoreng, dan memanggang adalah metode memasak asparagus yang umum dilakukan. Berikut ini beberapa fakta seputar asparagus yang perlu diketahui.

Asparagus adalah sayuran hijau

Mengutip The Spruce Eats, asparagus adalah jenis sayuran hijau yang memiliki batang panjang dan runcing di salah satu ujungnya. Tanaman ini memiliki nama latin, Aspargus Officinalis L. yang juga termasuk dalam keluarga bawanga-bawangan atau Lillaceae.

Meski begitu, ada beberapa asparagus yang berwarna putih dan ungu. Bedanya dengan asparagus jenis lain ada pada tekstur, rasa, persiapan yang tepat, dan metode pertumbuhan.

Terdapat perbedaan nilai gizi antara asparagus hijau dan putih

Dilansir Live Strong, asparagus hijau memiliki klorofil dan pigmen yang membuatnya hijau, sedangkan asparagus putih tidak. Asparagus putih rasanya lebih ringan dibanding asparagus hijau. Namun, keduanya sehat untuk jantung, sumber serat, dan vitamin K.

Asparagus hijau cenderung memiliki tingkat nutrisi yang lebih tinggi, seperti protein, asam askorbat, kalsium, thiamin, dan niasin. Asparagus putih umumnya memiliki kandungan antioksidan yang lebih rendah daripada hijau, seperti dilansir Visit Stock Ton.

Proses menanam asparagus yang cukup lama

Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menanam asparagus. Yaitu sekitar tiga sampai empat tahun, untuk menghasilkan batang asparagus dengan ukuran yang pas untuk dikonsumsi. Hal inilah yang membuat harganya cukup mahal. Namun kini sudah ada banyak negara pemasok asparagus tersebesar di dunia, di antaranya ada China dan America Serikat.

Asparagus membuat urin berbau tak sedap

Asparagus dapat membuat urin berbau tak sedap. Hal ini disebabkan asam asparagusat yang diubah tubuh menjadi senyawa berbau belerang. Ketika dicerna, bahan kimia ini dipecah menjadi sekelompok senyawa yang mengandung sulfur dan amonia.

Dilansir Fresh City Farms, bau tak sedap urin tersebut hanya beberapa orang yang benar-benar dapat menciumnya. Sebab, perbedaan genetik pada reseptor penciumanlah yang menyebabkan beberapa orang dapat mencium bau senyawa yang dilepaskan dalam urin.

Asparagus mengandung serat yang tinggi

Asparagus tinggi akan serat tidak larut yang mana bisa membantu melancarkan pencernaan dan buang air besar. Oleh karena itu, asparagus bisa kamu olah dan nikmati sebagia salah satu menu makan selama diet. Pasalnya, asparagus bisa membuatmu merasa kenyang lebih lama setelah mengonsumsinya.

Asparagus bukan bagian dari keluarga lily

Banyak sumber mengklaim bahwa asparagus merupakan anggota keluarga lily, seperti bawang merah dan bawang putih. Namun, keluarga lily hanyalah untuk tanaman dengan daun sempit dan bagian bunga dalam kelompok 3 atau 6.

Dilansir Fresh City Farms, penelitian genetik menempatkan asparagus dalam keluarga baru yang dikenal sebagai Asparagaceae. Asparagaceae merupakan keluarga tumbuhan berbunga yang ditempatkan dalam ordo Asparagales dari tumbuhan monokotil.