Fakta Seputar Museum Louvre

Fakta Nyata – Zaman sekarang, museum sering dianggap sebagai tempat yang membosankan. Museum dianggap jadi tempat barang-barang kuno berdebu disimpan. Namun, Museum Louvre di Paris, Prancis, jelas bukan salah satunya.

Museum Louvre merupakan salah satu museum paling populer di dunia. Bahkan, buat yang gak tahu banyak tentang Prancis, kamu pasti mungkin mendengar nama museum satu ini.

Namun, di balik popularitasnya yang luar biasa, tahukah kamu bahwa museum satu ini ternyata juga berhantu? Berikut fakta seputar Museum Louvre yang jarang orang tahu.

Beberapa Orang Menganggap Louvre Berhantu

Mengingat Louvre berusia lebih dari 800 tahun, tidak mengherankan jika banyak yang menganggapnya berhantu. Ada tiga roh terkenal, namun tidak berbahaya, yang menghuni museum. Pertama, mumi Belphegor yang terkadang terlihat berkeliaran di lorong-lorong.

Di luar museum, orang-orang melihat seorang wanita tanpa nama berkeliaran di taman, berpakaian merah. Terakhir, ada tukang daging “Jack the Skinner” yang dianiaya oleh keluarga kerajaan yang pernah tinggal di sini.

Museum Louvre Awalnya Adalah Sebuah Benteng

Sekilas, bangunan Museum Louvre terlihat sangat modern. Namun, sebenarnya museum satu ini sudah berusia ratusan tahun. Dilansir ScoopWhoop, Museum Louvre dibangun pada tahun 1190 oleh Raja Philip II sebagai benteng untuk melindungi kota. Benteng ini digunakan selama 2 abad sebelum akhirnya diubah menjadi istana kerajaan oleh Raja Charles V pada abad ke-14.

Perubahan fungsi Louvre dari istana menjadi museum baru terjadi beberapa tahun setelah Revolusi Prancis tahun 1789. Ketika Louis XVI dan Marie Antoinette dipenjara, pemerintahan Prancis memutuskan untuk mengubah istana ini menjadi Muséum central des Arts de la République.

Koleksinya saat itu baru terdiri dari 537 lukisan dan 184 karya seni lain, yang semuanya milik Louis XVI dan raja-raja pendahulunya. Muséum central des Arts de la République pertama kali dibuka untuk umum pada 10 Agustus 1793 dan bertahan sampai sekarang.

Belasan Ribu Orang Mengunjungi Museum Louvre Setiap Harinya

Mayoritas orang biasanya enggan mengunjungi museum karena dianggap membosankan. Karena itu, tidak heran jika sekarang banyak museum sepi, bahkan terpaksa tutup karena kekurangan pengunjung. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Musée du Louvre atau yang lebih dikenal dengan Museum Louvre.

Dilansir ScoopWhoop, setiap harinya ada 15 ribu orang yang datang ke museum. Adapun, 70 persen di antara mereka orang asing. Mengingat jumlahnya yang luar biasa, tidak heran jika museum satu ini mendapatkan predikat sebagai museum paling populer di dunia.

Napoleon Mengganti Nama Louvre ketika Ia Berkuasa

Selama masa pemerintahannya, Napoleon Bonaparte untuk sementara mengganti nama Louvre dengan namanya sendiri menjadi Musée Napoleon. Pasukan Napoleon membantu mengisi museum dengan barang-barang rampasan perang dari seluruh benua.

Faktanya, setelah kejatuhan Napoleon pada tahun 1814, lebih dari 5.000 karya seni dikembalikan ke pemiliknya yang sah, meskipun tidak semuanya sampai di rumah!

Piramida Kaca Utama di Halaman Museum Setinggi 21 Meter

Piramida indah dan ikonis yang dapat Anda gunakan sebagai pintu masuk utama ke Louvre ini sebenarnya cukup modern. Pada tahun 1983, museum ini membutuhkan pintu masuk baru untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang semakin meningkat. Seniman Tionghoa-Amerika, I.M. Pei, memenangkan proyek ini dengan rancangannya untuk piramida kaca dan logam setinggi 21 meter.

66% Lukisan di Louvre Diciptakan oleh Seniman Prancis

Melansir livtours, saat ini, terdapat hampir 7.500 lukisan yang tergantung di delapan departemen di Louvre dan lebih dari 66% dibuat oleh penduduk lokal Prancis. Ini adalah

Sesuatu yang sangat dibanggakan oleh orang Prancis, dan memang seharusnya begitu. Beberapa lukisan Prancis paling terkenal yang patut dilihat antara lain Rakit Medusa, Kebebasan yang Memimpin Rakyat, dan Penobatan Napoleon. Lukisan banyak orang yang menyaksikan penobatan

Dibutuhkan 100 Hari untuk Mengeksplorasi Louvre

Sungguh mustahil untuk melihat keseluruhan Louvre hanya dalam satu kunjungan. Bahkan, jika Anda hanya menghabiskan 30 detik untuk setiap karya seni, dibutuhkan 100 hari untuk melihat semuanya! Ini bahkan belum termasuk tidur, makan, atau ke kamar mandi. Jadi, pastikan untuk tiba tepat waktu dan rencanakan untuk menghabiskan hari di sana untuk melihat lebih dari sekadar Mona Lisa.

Abu Dhabi Membangun Museum Louvre Sendiri

Pada tahun 2016, Abu Dhabi menyelesaikan pembangunan museum Louvre resmi kedua di dunia. Louvre ini merupakan museum seni terbesar di Jazirah Arab, dan dikunjungi sekitar satu juta pengunjung per tahun, jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan museum di Paris. Selain itu, pembangunan Louvre di Abu Dhabi menghabiskan biaya lebih dari €600 juta!

Nazi Menjadikan Museum Louvre Sebagai Gudang Untuk Menyimpan Barang Curian

Mendapati dinding kosong museum tidak lantas membuat Nazi menyerah. Mereka memang tidak berhasil menjarah ribuan karya seni berharga yang disimpan di Museum Louvre. Namun, mereka nyatanya sudah menjarah banyak karya seni berharga dari negara-negara yang ditaklukkan mereka.

Ditambah lagi, Nazi juga menjarah harta dari rumah-rumah keluarga Perancis, terutama keluarga Yahudi. Dilansir History.com, harta rampasan itu kemudian disimpan di Museum Louvre. Saking banyaknya, Nazi membutuhkan enam ruangan di Louvre untuk menyimpan semuanya.