Fakta Menarik ONE PUNCH MAN Season 3
Fakta Nyata – Popularitas One Punch Man tak pernah padam. Sejak musim pertamanya tayang pada 2015, kisah Saitama si “pahlawan botak” yang bisa mengalahkan musuh hanya dengan satu pukulan selalu jadi sorotan.
Di era saat anime berkompetisi menghadirkan visual spektakuler, One Punch Man tetap punya tempat spesial di hati penggemar. Karena parodi segarnya terhadap dunia superhero. Serial yang diadaptasi dari manga karya ONE dengan ilustrasi Yusuke Murata ini dikonfirmasi akan tayang pada 12 Oktober 2025 di Jepang. Namun, di balik layar ada sejumlah fakta menarik yang membuat musim ini lebih istimewa.
1. Digarap oleh Studio Mappa
Season 1 digarap Madhouse dengan kualitas animasi yang tak terbantahkan. Season 2 berpindah ke J.C. Staff dengan kontroversi seputar penurunan kualitas visual. Maka, Season 3 menghadirkan kejutan besar. MAPPA, studio yang saat ini sedang berada di puncak popularitas dipercaya menangani proyek besar itu.
MAPPA bukan nama asing. Mereka dikenal lewat karya monumental seperti Jujutsu Kaisen, Attack on Titan Final Season, hingga Chainsaw Man. Reputasi mereka bukan hanya karena kualitas animasi. Tetapi juga kemampuan membangun atmosfer menegangkan di setiap adegan.
Keputusan menyerahkan One Punch Man kepada MAPPA seolah menjanjikan duel spektakuler. Bayangkan saja pertarungan Saitama versus monster kelas bencana divisualisasikan dengan detail fluiditas khas MAPPA.
2. Karakter Baru dan Misteri “God”
Musim ketiga juga memperkenalkan karakter baru bernama Homeless Emperor, manusia yang memperoleh kekuatan besar dari entitas misterius yang disebut “God.”
Kehadirannya diyakini membuka rahasia besar tentang asal mula kekuatan para monster. Karakter ini menjadi simbol betapa kekuatan luar biasa selalu datang dengan harga mahal, sebuah tema yang semakin memperkaya narasi moral One Punch Man.
Selain itu, karakter seperti Gyoro Gyoro dan Orochi juga dipastikan tampil untuk memperluas skala konflik, menjadikan dunia One Punch Man semakin gelap dan kompleks.
3. Konsisten pada materi manga
Sejatinya, seberapa baik sebuah anime ditentukan dengan seberapa baik studio mengadaptasi materi manganya. Semakin konsisten anime pada materi manga, semakin besar kemungkinan anime tersebut disukai. Pasalnya, penonton hanya ingin melihat manga favorit mereka dianimasikan, alih-alih cerita karangan studio.
Sepanjang sejarah anime, kita sudah melihat banyak anime yang hancur karena studio mengubah atau menghapus materi manga. Kebanyakan anime ini memiliki potensi besar, tetapi kemudian dirusak oleh keputusan studio. Sebagai contoh, kita ambil dari yang paling populer, seperti Tokyo Ghoul atau The Promised Neverland.
Itu alasannya, konsisten pada materi manga bisa menjadi salah satu jalan untuk menyelamatkan One Punch Man Season 3. Penonton sudah dibuat kecewa dengan penurunan kualitas animasi. Jika anime melenceng dari materi manga, hal tersebut hanya akan memperburuk citra seri.
Sayangnya, baru episode pertama dirilis, anime sudah menghilangkan beberapa materi manga. Meski memang bukan materi yang begitu penting, ini tetap awal yang buruk. Jika studio terus melakukan hal tersebut, musim pertama akan menjadi satu-satunya era kejayaan One Punch Man.
4. Pengisi Suara dan Musik Tema
Daftar pengisi suara utama tetap sama seperti sebelumnya.
Makoto Furukawa kembali sebagai Saitama, Kaito Ishikawa sebagai Genos, dan Hikaru Midorikawa sebagai Garou.
Untuk versi bahasa Inggris, Max Mittelman akan kembali mengisi suara Saitama.
Musim ini juga menghadirkan lagu pembuka berjudul “Get No Satified!” yang dibawakan oleh JAM Project feat. BABYMETAL, sementara lagu penutupnya dinyanyikan langsung oleh Makoto Furukawa.
5. Karakter yang Mendapat Spotlight
Menariknya, Season 3 bukan hanya soal Saitama. Justru karakter lain akan lebih banyak mendapat sorotan. Garou, si “monster manusia,” menjadi pusat perhatian. Perjalanannya dari murid Bang yang kecewa pada sistem kepahlawanan hingga menjadi ancaman terbesar adalah jantung cerita.
Lalu ada Bang (Silver Fang) yang berjuang menghadapi muridnya sendiri. Fubuki, pemimpin kelompok psikik, juga akan mendapat porsi cerita lebih luas. Memperlihatkan dinamika hubungannya dengan Tatsumaki Genos, sang cyborg murid Saitama, tetap jadi tokoh penting meski sering diposisikan dalam momen dramatis sekaligus humoris.
Tak ketinggalan, King yang dikenal sebagai “pahlawan terkuat” padahal sebenarnya penakut, akan menambah bumbu komedi di tengah ketegangan.
Season 3 adalah panggung bagi karakter-karakter pendukung untuk bersinar. Dengan eksplorasi mendalam, penonton akan lebih memahami motivasi, kelemahan, dan kekuatan tiap tokoh. Itu sekaligus membuktikan bahwa One Punch Man bukan sekadar tentang pukulan Saitama. Melainkan juga dunia kompleks para pahlawan di sekelilingnya.
