Fakta dan Sejarah Tentang Helikopter

Fakta Nyata – Helikopter merupakan pesawat udara yang memiliki bentuk sangat mudah dikenali, sebab terdapat baling-baling pada bagian atas dan juga pada beberapa bagian bodi pesawatnya. Berbeda dengan pesawat komersil, memang helikopter tidaklah digunakan secara bebas oleh banyak orang.

Dari kemampuan terbangnya yang unik hingga peran pentingnya dalam menghubungkan lokasi-lokasi terpencil, helikopter adalah salah satu pesawat paling menarik dalam penerbangan modern. Untuk semakin mengenal keberadaan helikopter, kamu bisa menyimak beberapa faktanya berikut ini.

Perbedaan antara helikopter dan pesawat

Pesawat dan helikopter sebetulnya sama-sama merupakan transportasi udara yang kerap digunakan untuk banyak tujuan. Namun, jelas saja antara helikopter dan pesawat tidak bisa disamakan, sebab masing-masing memiliki perbedaan tersendiri.

Dilansir Britannica, helikopter memiliki baling-baling horizontal atau rotor yang memungkinkannya untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal, serta bisa diam di udara tanpa bergerak. Sebaliknya justru pesawat harus melakukan lepas landas dan mendarat secara horizontal dan harus terus bergerak, sebab tak bisa diam saja di udara.

Fungsi utama dari keberadaan helikopter

Mungkin banyak dari kamu merasa penasaran dengan kegunaan sebenarnya dari helikopter apabila tidak bisa digunakan secara komersil. Biasanya memiliki helikopter difungsikan untuk hal-hal tertentu, khususnya untuk kemiliteran, keselamatan, hingga ada pula yang ditujukan untuk hiburan.

Dilansir NASA, helikopter biasanya digunakan untuk membawa pasokan makanan atau medis ke daerah-daerah yang terpencil. Selain itu, helikopter juga sering kali difungsikan untuk proses penyelamatan di tempat yanng sulit terjangkau seperti pegunungan atau laut yang ekstrem.

Kecepatan rata-rata dari helikopter

Helikopter bukanlah jenis kendaraan yang bisa kamu gunakan untuk jarak jauh selayaknya pesawat komersil. Hal ini karena helikopter biasanya digunakan untuk jarak tempuh yang tak begitu saja, sebab kecepatannya yang juga tidak tinggi.

Dilansir Sheffield, rata-rata helikopter terbang dengan kecepatan antara 75 hingga 150 mil perjam. Meski begitu, untuk helikopter militer bisa terbang dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi, yaitu sekitar 150 hingga 200 mil perjam.

Kapasitas rata-rata yang bisa diangkut oleh helikopter

Helikopter sebagai kendaraan udara yang sering difungsikan untuk membawa barang-barang logistik jelas memiliki batas beratnya tersendiri yang harus diperhatikan. Namun, hal ini biasanya akan disesuaikan dengan berat dan ukuran dari helikopter itu sendiri.

Dilansir Helicopter Express, helikopter dengan utilitas yang ringan sering kali mampu mengangkat antara 544 kilogram hingga 1,8 ton. Namun, ada pula helikopter angkut terbesar di dunia yang ternyata mampu mengangkut sebesar 19,9 ton besarnya.

Sejarah

Desain awal

Sejarah penerbangan vertikal berakar dari Tiongkok kuno sejak sekitar 400 SM, ketika anak-anak Tiongkok telah menghibur diri dengan mainan terbang dari bambu yang disebut “atasan Tiongkok”. Mainan helikopter bambu ini ditenagai dengan memutar sebatang tongkat yang terikat pada rotor, menciptakan gaya angkat yang memungkinkannya terbang saat dilepaskan. Ide-ide terkait dengan pesawat sayap putar juga ditemukan dalam buku Daois abad ke-4 Masehi Baopuzi oleh Ge Hong.

Desain mirip helikopter Tiongkok juga muncul dalam lukisan Renaisans dan karya lainnya. Pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, ilmuwan Barat mengembangkan mesin terbang berdasarkan konsep mainan Tiongkok. Namun, baru pada awal tahun 1480-an, Leonardo da Vinci menciptakan desain mesin yang dapat dianggap sebagai cikal bakal “sekrup udara”, yang merupakan kemajuan signifikan dalam penerbangan vertikal.

Pada Juli 1754, Mikhail Lomonosov dari Rusia mengembangkan model koaksial kecil yang meniru mainan Tiongkok dengan dukungan perangkat pegas. 

Kemudian pada tahun 1861, Gustave de Ponton d’Amécourt dari Perancis menciptakan kata “helikopter” dan mendemonstrasikan model kecil yang ditenagai uap. Pada tahun 1877, Enrico Forlanini dari Italia mengembangkan helikopter tak berawak yang ditenagai mesin uap, yang berhasil naik ke ketinggian 13 meter dan bertahan selama 20 detik. Pada tahun 1887, Gustave Trouvé dari Paris membuat helikopter listrik model.

Lalu pada Juli 1901, Hermann Ganswindt melakukan penerbangan perdana helikopter di Berlin-Schöneberg, yang mungkin merupakan penerbangan pertama yang menggunakan motor yang lebih berat dari udara yang membawa manusia. Sejumlah eksperimen dan inovasi terus dilakukan oleh para penemu. Salah satunya termasuk Thomas Edison dan Ján Bahýľ, yang mengadaptasi mesin pembakaran internal untuk menggerakkan model helikopter mereka. Meskipun banyak percobaan yang tidak berhasil, upaya mereka tetap menginspirasi kemajuan di bidang penerbangan vertikal.