Cuaca Indonesia Sepekan ke Depan, Kemarau Masih Dominan

Fakta Nyata – Kondisi atmosfer di Indonesia dalam sepekan ke depan diprediksi masih cenderung kering. Kondisi ini dipengaruhi oleh El NiƱo kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang masih bertahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sekitar 80 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan. Kemarau juga dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski kemarau masih berlangsung, hujan tetap berpotensi turun di sejumlah wilayah. Pertumbuhan awan hujan dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer.

Beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain pesisir utara Aceh, Selat Malaka bagian utara, Kepulauan Aru, Laut Arafura bagian tengah hingga timur, serta Papua Selatan.

Sejumlah wilayah lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua juga masih berpotensi mengalami hujan. Hujan dapat terjadi dengan intensitas yang berbeda-beda. Umumnya, hujan diperkirakan bersifat sporadis dan berlangsung dalam waktu singkat.

Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pada periode 30 Agustus hingga 2 September 2026, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.

Selain itu, hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Papua Selatan. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena masuk dalam kategori peringatan dini cuaca.

Potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di beberapa wilayah. Daerah tersebut meliputi Aceh, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

Menghadapi musim kemarau dan potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga dianjurkan menjaga kesehatan dan menghemat penggunaan air bersih. Selain itu, hindari pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan untuk mencegah karhutla.

Informasi terbaru mengenai cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi BMKG, serta kanal media sosial resmi BMKG.