Fakta Unik Tumbuhan Putri Malu, Memiliki Banyak Nama

Fakta Nyata – Mimosa pudica, atau yang lebih dikenal dengan nama putri malu, adalah tanaman yang memiliki kemampuan unik untuk menutup daunnya ketika disentuh atau terkena rangsangan lainnya. Tanaman ini termasuk dalam suku polong-polongan dan berasal dari Amerika Selatan dan Tengah. Namun, sekarang tanaman ini sudah menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi tanaman hias yang populer karena sifatnya yang menarik.

Umumnya daun putri malu berwarna hijau dengan tepian ungu dan bunga yang juga berwarna keunguan. Apabila diperhatikan lebih dekat, bagian bawah daun putri malu tampak lebih pucat dibanding bagian atasnya. Kondisi tersebut berfungsi untuk mengelabui hewan pemangsa.

Jadi, hewan yang sebelumnya berniat untuk memakan putri malu akan pergi saat melihat warna pucat pada daun sebab mengira bahwa daun tersebut telah layu. Inilah ragam fakta unik tumbuhan putri malu lainnya yang perlu diketahui:

1. Daunnya Menutup Ketika Disentuh

Tumbuhan ini dikenal memiliki kemampuan gerak seismonasti. Gerak ini memungkinkan daun putri malu untuk menguncup ketika disentuh. Seismonasti pada tanaman putri malu berguna untuk melindungi dirinya dari serangan hewan herbivora atau pemakan tumbuhan.

2. Dapat Digunakan Sebagai Obat

Kendati termasuk tanaman liar, putri malu bisa digunakan sebagai obat wasir, demam, mengatasi sulit tidur, hingga keracunan. Hal ini karena tanaman putri malu mempunyai kandungan antidepresan, antibakteri, serta aktivitas farmakologis lainnya.

3. Memiliki bunga-bunga kecil yang berwarna pink atau ungu

Bunga-bunga ini biasanya muncul pada musim panas dan hanya bertahan selama satu hari. Bunga mimosa pudica mengandung nektar yang menarik perhatian serangga penyerbuk, seperti lebah dan kupu-kupu. Bunga mimosa pudica juga memiliki sifat sensitif seperti daunnya, yaitu bisa menutup ketika disentuh atau pada malam hari.

Bunga mimosa pudica termasuk dalam kelompok bunga yang disebut cleistogami, yaitu bunga yang tidak membuka kelopaknya dan melakukan penyerbukan sendiri. Bunga ini berbeda dengan bunga yang disebut kasmogami, yaitu bunga yang membuka kelopaknya dan membutuhkan penyerbuk luar. Bunga cleistogami memiliki keuntungan dalam hal efisiensi energi dan kepastian reproduksi, tetapi kurang variabilitas genetik.

4. Biji-biji kecil yang berbentuk bulat dan berwarna cokelat atau hitam

Biji-biji ini terbungkus dalam polong-polong yang juga berduri seperti batangnya. Polong-polong ini akan pecah ketika masak dan melemparkan biji-biji ke sekitarnya dengan kecepatan tinggi. Cara ini digunakan oleh mimosa pudica untuk menyebarkan bijinya ke tempat-tempat baru. Biji mimosa pudica juga bisa bertahan lama di dalam tanah dan tumbuh kembali ketika mendapat air dan cahaya.

5. Mempunyai Banyak Nama

Di Indonesia, tanaman ini disebut putri malu karena daunnya yang seolah-olah malu ketika disentuh. Kemudian Filipina, tanaman ini disebut makahiya, yang berarti malu juga. Lalu di Sinhala, tanaman ini disebut nidikumba, yang berarti tidur.

Di Tonga, tanaman ini disebut mate-loi yang berarti pura-pura mati. Nama ilmiahnya, mimosa pudica, berasal dari bahasa Latin yang berarti malu atau menciut. Selanjutnya nama-nama lain yang digunakan di beberapa negara adalah sensitive plant, touch-me-not, shame plant, humble plant, dan sleepy plant.

6. Memiliki daun-daun majemuk

Daun-daun ini memiliki tulang daun yang berisi sel-sel khusus yang disebut pulvinus. Pulvinus adalah sel-sel yang mengatur pergerakan daun dengan mengubah tekanan air di dalamnya. Ketika daun mimosa pudica disentuh atau terkena rangsangan lainnya, pulvinus akan mengeluarkan air sehingga daun menjadi layu dan menutup. Proses ini disebut seismonasti atau tigmonasti.

Pergerakan daun mimosa pudica merupakan mekanisme pertahanan dari gangguan fisik atau predator. Dengan menutup daunnya, tanaman ini bisa mengurangi kerusakan jaringan, menghindari kehilangan air, atau mengecoh musuh dengan menyembunyikan warna hijau daunnya.