Kumpulan Fakta Ilmiah Organ Otak Manusia
Fakta Nyata – Otak adalah salah satu organ vital yang kompleks pada setiap makhluk hidup, termasuk manusia. Saking vitalnya organ ini, otak dilindungi oleh tengkorak dan juga selaput otak untuk memastikannya tetap aman dari berbagai gangguan atau pun benturan yang mungkin bisa mengenainya nanti.
Otak berguna mengatur berbagai fungsi tubuh, menafsirkan informasi sensorik dan memproses emosi. Otak harus dilindungi dan terjaga kesehatannya. Fungsi otak sangat penting karena jaringan dan miliaran sel saraf ada di sana.
Mengutip WebMD, ahli neuropsikologi Elise Caccappolo menjelaskan, kesehatan otak manusia tak jarang terabaikan. Terkadang baru menyadari ketika mengalami beberapa perubahan kognitif dan kehilangan memori sebelum usia 60 tahun atau 70 tahun. Kamu bisa menyimak deretan fakta berikut ini seputar otak agar bisa mengenalnya dengan lebih dekat.
Otak manusia memiliki berat 1,3 kilogram
Otak manusia ternyata memang memiliki ukuran dan beratnya tersendiri dan terus tumbuh berkembang seiring berjalannya usia. Meski begitu, secara ukuran biasanya otak akan mengalami penyusutan secara perlahan saat memasuki usia 30 hingga 40 tahun, serta tingkat penyusutannya pun akan berhenti pada usia 60 tahun.
Dilansir Verywell Mind, otak manusia rata-rata memiliki berat 1,3 kilogram. Penyusutan dan pertumbuhan dari otak manusia memang akan cenderung berbeda-beda pada setiap orangnya, sehingga usia sering kali tak bisa menjadi patokan pastinya.
Otak Belum Sepenuhnya Terbentuk hingga Usia 25 Tahun
Usia 25 tahun mungkin sudah masuk ke tahap manusia dewasa. Namun faktanya, otak belum sepenuhnya terbentuk pada usia ini.
Untuk diketahui, perkembangan otak dimulai dari bagian belakang otak dan berjalan ke arah depan. Oleh karena itu, lobus frontal, yang mengontrol perencanaan dan penalaran, adalah bagian otak terakhir yang menguat dan menyusun koneksi.
Ukuran otak tak akan menentukan kecerdasan
Banyak orang yang salah persepsi dengan mengatakan bahwa ukuran otak bisa menentukan kecerdasan. Hal ini bukan berarti otak manusia berukuran besar akan menjamin seseorang juga bisa cerdas, sebab ini tidak ada hubungannya sama sekali.
Dilansir NY Neurologi Associates, pada kenyataannya memang besar kecilnya otak tak akan menentukan kecerdasan seseorang. Ada banyak faktor yang bisa menentukan kecerdasan, seperti genetik hingga pendidikan.
Pentingnya Sumsum Tulang Belakang bagi Otak
Sumsum tulang belakang adalah sumber utama komunikasi antara tubuh dan otak. ALS atau amyotrophic lateral sclerosis, menyebabkan neuron di otak dan sumsum tulang belakang mati, berdampak pada pergerakan otot yang terkontrol.
Penyakit lain yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang adalah multiple sclerosis (MS). Pada MS, sistem kekebalan menyerang lapisan pelindung yang menutupi serabut saraf, menyebabkan masalah komunikasi antara otak dan tubuh.
Sepotong Jaringan Otak Seukuran Butiran Pasir
Meski sangat kecil, tapi sepotong jaringan otak mengandung 100.000 neuron dan 1 miliar sinapsis. Kerusakan neuron ini dapat berdampak besar.
Saat stroke, misalnya, darah tidak mampu mengalirkan oksigen ke otak. Akibatnya, sel-sel otak bisa mati, dan kemampuan di area otak tertentu itu bisa hilang.
Demikian pula saat orang mengalami penyakit Parkinson’s. Penyakit ini terjadi saat sel-sel di bagian otak yang disebut substantia nigra mulai mati. Akibatnya, gerak tubuh bisa terdampak, termasuk menjadi tremor, dikutip dari laman NHS.
Otak manusia bersi 75% air di dalamnya
Mungkin kamu sudah mendengar bahwa tubuh manusia didominasi dengan air, sehingga keberadaan air sangat dibutuhkan dalam mendukung kinerja tubuh manusia. Sama halnya dengan kandungan air yang dimiliki organ-organ pada tubuh, sebab memang mendominasi dan memainkan peran yang sangat penting.
Dilansir Dent Neurologic, otak manusia saja terdiri dari 75% kandungan air di dalamnya, sehingga memang itulah alasan mengapa manusia tak boleh mengalami dehidrasi. Dehidrasi sedikit saja dalam akdar 2% bisa menyebabkan efek negatif terhadap fungsi otak, sehingga jangan sampai hal tersebut bisa terjadi.
Otak Bisa ‘Membeku’
Pembekuan otak sebenarnya adalah ganglioneuralgia sphenopalatina. Rasa sakit ini terjadi ketika dingin mengenai reseptor di lapisan luar otak, yang disebut meninges. Dingin menciptakan pelebaran dan kontraksi arteri, menyebabkan sakit kepala seketika.
Kapasitas Penyimpanan Otak Hampir Tidak Terbatas
Penelitian menunjukkan otak manusia terdiri dari sekitar 86 miliar neuron. Setiap neuron membentuk koneksi ke neuron lain, yang bisa berjumlah hingga 1 kuadriliun (1.000 triliun) koneksi.
Seiring waktu, neuron-neuron ini dapat bergabung, meningkatkan kapasitas penyimpanan. Namun, pada penyakit Alzheimer, misalnya, banyak neuron yang bisa rusak dan berhenti bekerja, terutama memengaruhi daya ingat.
