5 Fakta dari Buah Lontar, Kaya Manfaat
Fakta Nyata – Pohon siwalan atau lontar tak hanya dimanfaatkan sebagai kerajinan sapu atau bahan bangunan saja. Rupanya bagian dari pohon siwalan ada yang bisa dimakan juga, lho!
Buah lontar jadi salah satu buah yang banyak dicari saat Ramadhan, karena memberikan efek menyegarkan dahaga sehingga cocok untuk sajian berbuka puasa. Buah lontar atau biasa disebut siwalan merupakan buah yang mirip dengan kelapa. Mulai dari tempurung buah hingga tekstur daging buahnya. Hanya saja pohon buah ini mirip dengan palem.
Tak hanya menyegarkan dahaga saja, buah lontar juga mengandung banyak nutrisi baik untuk tubuh. Mengonsumsinya menghadirkan manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut 5 fakta menarik buah lontar yang kaya nutrisi.
1. Asal Usul Buah Lontar
Buah lontar berasal dari tanaman palma yang memiliki nama latin Borassus flabellifer. Pohonnya mirip dengan kelapa atau palem yang tingginya bisa mencapai puluhan meter. Di Indonesia pohon ini banyak terdapat di daerah Jawa Timur, NTT, NTB, dan Bali.
Punya sebutan lain yaitu siwalan atau tal. Buah ini dilapisi tempurung yang kulitnya gelap dan keras. Untuk menikmati buah ini harus dibuka menggunakan golok tajam. Di dalamnya terdapat 2-4 buah lontar per butirnya.
Sekilas penampakan daging buah lontar mirip dengan kolang-kaling yang bening dan lonjong. Namun rasanya berbeda, buah lontar lebih lembut dan kenyal mirip seperti kelapa. Ketika digigt buah ini mengandung banyak sekali air.
2. Buahnya bisa langsung dimakan atau dibuat minuman
Buah siwalan muda dapat dimakan langsung dan memunyai rasa seperti kelapa. Sedangkan, buah siwalan yang sudah tua, dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Buah siwalan memiliki kandungan air yang tinggi, karbohidrat berupa sukrora dan glukosa, protein, dan juga lemak. Kandungan protein pada siwalan terbilang rendah, yaitu kurang dari satu persen.
3. Manfaat Buah Lontar
Kandungan nutrisi yang banyak membuat buah lontar memiliki beragam manfaat sehat. Karena mengandung banyak sekali air, buah lontar bisa jadi isotonik. Oleh karenanya baik dikonsumsi saat berpuasa untuk mencegah dehidrasi.
Kandungan air yang banyak pada buah lontar juga berfungsi menyehatkan kulit. Kulit akan terasa lebih lembab dan tidak kering jika sering mengonsumsinya. Buah yang teksturnya lembut ini juga dapat menyehatkan sistem pencernaan.
Selain itu juga bermanfaat untuk ibu hamil. Karena adanya kandungan vitamin C yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Bisa juga digunakan untuk meredakan stress yang cocok untuk ibu hamil.
Siwalan juga mengandung vitamin dan mineral, seperti vitamin B, C, zink, fosfor, kalium, dan lainnya. Kandungan falovonoid, saponin, dan fenolik membuat siwalan menjadi kaya antioksidan dan sebagai antiradang. Siwalan juga dipercaya untuk membantu menenangkan kulit yang gatal-gatal.
4. Fermentasi nira siwalan bisa dijadikan minuman dan gula
Selain buah siwalan, nira dari pohon siwalan dapat dimanfaatkan sebagai minuman yaitu toak dan legen. Kandungan dari nira siwalan segar adalah sukrosa, air, dan alkohol, nira siwalan yang diolah menjadi toak mengandung kadar alkohol yang lebih tinggi daripada legen.
Kandungan alkohol pada toak didapatkan dari proses fermentasi. Fermentasi pada nira terjadi karena adanya sukrosa yang berubah menjadi alkohol oleh bakteri, fermentasi nira terjasi pada suhu sekitar 26 derajat Celsius. Lebih lanjut, nira siwalan dapat dimanfaatkan untuk menjadi gula juga, lho.
5. Air Legen
Tak hanya biji buah lontar saja yang dapat dinikmati. Buah lontar juga punya air yang dapat dinikmati. Namanya air legen, sekilas mirip dengan air kelapa muda namun rasanya lebih manis.
Nama ‘legen’ tersebut berasal dari kata dasar ‘legi’ yang dalam bahasa Jawa berarti manis. Air legen ini dapat diminum karena rasanya menyegarkan. Biasanya para penjual buah lontar menyediakannya dalam botol kemasan plastik.
Air legen ini tidak dapat bertahan lama jika penyimpanannya tidak tepat. Karena jika didiamkan dalam beberapa jam, air legen dapat berfermentasi dan menghasilkan alkohol. Namun jika Anda menyimpanannya dengan benar, air legen ini bisa bertahan hingga 2 hari.
