Memiliki 887 Patung Moai, Inilah 4 Fakta Menarik Dari Pulau Paskah

Fakta Nyata – Pulau paskah, atau yang biasa dikenal dengan nama Easter Island, merupakan pulau terpencil di Samudera Pasifik dan termasuk ke dalam teritorial negara Chile. Pulau paskah menjadi salah satu pulau yang terkenal di dunia karena di tempat ini kamu bisa menemukan ratusan patung batu bernama Moai yang berbentuk seperti kepala. Patung Moai sendiri bisa ditemukan di berbagai sudut pulau Paskah. Pulau paskah memiliki keunikan lainnya yang mengundang perhatian wisatawan mancanegara. Berikut ini merupakan 4 fakta menarik dari pulau paskah, diantaranya yakni :

 

1. Pulau paskah ditemukan pada saat hari paskah

Jauh sebelum ditemukan, pulau ini sudah memiliki nama dan dikenal sebagai pulau Rapa Nui. Namun di tahun 1722, seorang laksamana Belanda bernama Jacob Roggeveen menjadi orang Eropa pertama yang menemukan pulau yang terisolasi di Samudera Pasifik ini.

Jacob Roggeveen sendiri kemudian menamai pulau ini dengan nama Paasch-Eyland, atau dalam bahasa inggris yakni Easter Island/Pulau Paskah. Penamaan pulau oleh Jacob Roggeveen sendiri didasarkan karena Jacob menemukan pulau ini saat perayaan minggu paskah di tahun 1722.

Selain nama Rapa Nui dan Easter Island, nama lainnya yang dipercaya menjadi nama pertama dari pulau ini adalah Pito O Te Henua yang artinya pusar dunia.

 

2. Penduduk asli pulau paskah berasal dari pulau Hiva

Selain Jacob Roggeveen, penduduk Rapa Nui percaya mengenai legenda dari penduduk asli pulau paskah. Menurut legenda pulau ini, sekitar 1.500 tahun lalu seorang pemimpin¬†bernama Hotu Matu’a yang berasal dari Pulau Hiva di Polinesia mengajak rakyatnya untuk pindah ke pulau Paskah. Hotu Matu’a bersama dengan rakyatnya kemudian menetap di pulau terpencil ini selama beberapa generasi sebelum penjajah Eropa datang ke pulau paskah.¬†

 

3. Populasi pulau paskah saat ini

Hotu Matu’a dipercayai datang ke pulau ini pada tahun 1200an, sedangkan Jacob Roggeveen datang di tahun 1722. Menurut sejarah, populasi di pulau paskah tercatat pernah berkembang secara pesat.

Sebelum kedatangan para penjajah Eropa, tercatat sebelumnya penduduk pulau paskah bisa mencapai 10.000 orang, namun populasi penduduk ini kemudian berkurang menjadi 2.000-3.000 orang karena tanah vulkanik terkena erosi dan hutan gundul sehingga tanah di pulau ini tidak subur seperti sedia kala.

Setelah kedatangan penjajah, populasi di pulau paskah semakin berkurang karena adanya pertikaian antarkelompok sosial yang kemudian menjadi penyebab adanya kelaparan dan munculnya tunawisma karena menjadi korban perumahan yang dibakar.

Di tahun 1877, pulau paskah sendiri tercatat hanya memiliki 111 penduduk saja. Kecilnya jumlah penduduk pada tahun tersebut disebabkan karena adanya penggerebekan dari pedagang budak Peru, emigrasi, dan juga wabah penyakit. Pada abad 21 di tahun 2020, tercatat sebanyak 5.700 orang menjadi penduduk dari pulau paskah.

 

4. Misteri patung Moai di Pulau Paskah

Pulau paskah memang dikenal karena patung Moai yang tidak ditemukan di daerah lain. Patung Moai sendiri terbuat dari abu vulkanik gunung berapi Rano Raraku yang dipadatkan. Oleh karena batu ini termasuk batu yang lunak, hal tersebut kemudian membuat batu ini mudah untuk dipahat menjadi patung. Patung yang telah dipahat ini kemudian dibawa ke beberapa wilayah di pulau paskah. Namun cerita tersebut tidak pernah terbukti secara tertulis karena informasi ini hanya diturunkan dari generasi ke generasi secara lisan.

Cukup sulit untuk membayangkan bagaimana caranya patung ini dibawa ke beberapa wilayah di pulau paskah. Hal ini disebabkan karena belum ada petunjuk nyata bagaimana cara orang zaman dahulu mengangkut patung ini, bahkan beberapa patung memiliki bobot yang sangat berat hingga mencapai 82 ton.

Selain itu, bentuk pahatan patung Moai dipercaya sebagai bentuk wajah dari leluhur-leluhur mereka. Beberapa patung Moai di pulau ini memiliki keunikannya masing-masing, salah satunya yakni ada beberapa patung yang menggunakan seperti topi di atas kepala. Topi ini dipercaya sebagai sebuah simbol atas kekuasaan, dan juga mewakili rambut.

Akibat keunikan dan kemisteriusan pulau paskah dan patung Moai, tempat ini kemudian dijadikan sebagai salah satu situs warisan dunia UNESCO di tahun 1995.