Ragam Fakta dan Manfaat dari Rumpu Laut

Fakta Nyata – Kamu pasti pernah mendengar nama rumput laut, bukan? Rumput laut merupakan salah satu komoditas penting dalam perikanan dan kerap menjadi andalan untuk perekonomian suatu tempat. Hal ini karena memang cukup mudah menemukan dan membudidayakan rumput laut.

Ya, rumput laut yang biasanya kamu temui di sepanjang garis pantai dengan berbagai warna-warna indah, ternyata memiliki segudang manfaat yang bukan hanya berguna bagi tubuh manusia, tetapi juga lingkungan di bumi. Namun, kamu dapat semakin mengenal rumput laut dengan menyimak beberapa fakta menariknya berikut ini.

Sejarah rumput laut

Rumput laut mungkin saat ini sudah dikenal secara luas oleh banyak orang di berbagai penjuru dunia. Bahkan tanaman ini juga kerap diolah menjadi aneka olahan yang lezat. Namun, tentu saja sebelum itu pasti ada sejarah tersendiri yang berkaitan dengan rumput laut.

Dilansir Seaweed.ie, rumput laut pertama kali dikonsumsi di Jepang setidaknya pada 1500 tahun yang lalu, sesuai dengan apa yang pernah tercatat oleh sejarah. Selama Era Asuka (600-700 Masehi) dan Era Nara (700-800 Masehi), rumput laut hanya dikonsumsi oleh kaum bangsawan Jepang. Namun, saat ini rumput laut bisa dikonsumsi oleh semua kalangan.

1. Memelihara keanekaragaman hayati

Budidaya dan hutan rumput laut berfungsi sebagai tempat pembibitan, menyediakan habitat yang aman bagi satwa liar laut seperti ikan kecil dan lobster muda. Hal ini mendukung keanekaragaman hayati ekosistem pesisir.

Hebatnya, rumput laut tidak membutuhkan pestisida atau pupuk untuk tumbuh, sehingga terhindar dari polusi. Dan fakta bahwa rumput laut tidak membutuhkan lahan atau air tawar berarti bahwa mengubah pola makan kita untuk memasukkan lebih banyak rumput laut dapat mengurangi tekanan pada sumber daya air tawar, yang semakin langka seiring perubahan iklim . Hal ini juga dapat membantu menghindari konversi lahan untuk pertanian, yang merupakan pendorong utama deforestasi.

2. Aturan mengonsumsi rumput laut

Berbagai manfaat rumput laut bagi tubuh manusia, dan lingkungan tidak membuat kamu serta-merta dalam mengonsumsinya, ya. Terdapat beberapa imbauan yang perlu kamu ketahui, yaitu risiko kandungan yodium yang berlebih, dan logam berat yang tersimpan.

“Beberapa rumput laut cokelat, seperti rumput laut gula yang ditanam di New England, sangat tinggi yodium,” kata Camire. “Mereka memiliki begitu banyak yodium sehingga konsumen disarankan untuk memakannya tidak lebih dari tiga kali per minggu.”

Konsumsi berlebihan rumput laut, dikaitkan dengan tingginya asupan yodium yang masuk ke dalam tubuh sehingga dikhawatirkan akan mengganggu fungsi tiroid.

3. Manfaat rumput laut bagi tubuh

Bukan rahasia umum lagi jika rumput laut merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung beragam manfaat baik di dalamnya. Hal ini bahkan bisa diperoleh dengan mengonsumsinya secara rutin.

Dilansir Forbes, rumput laut memiliki berbagai kandungan seperti vitamin, mineral, serat, tinggi protein, hingga dapat menjaga kesehatan jantung, fungsi tirod, dan mengontrol gula darah. Dengan demikian, tak salah rasanya apabila mengonsumsi rumput laut secara rutin.

4. Dapat dibuat menjadi berbagai macam produk.

Rumput laut bukan hanya makanan yang lezat: Ia bisa menjadi pengganti tali dan pengikat kabel berbahan plastik. Ia juga dapat diolah menjadi pupuk alami dan pakan ternak. Bahkan sedang dieksplorasi sebagai tinta printer.

“Tujuan kami adalah agar rumput laut tersedia di setiap lorong toko, bukan hanya sebagai makanan,” kata Casey Ballin, direktur operasional dan keberlanjutan di Atlantic Sea Farms, sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan petani untuk menanam, mengolah, dan menjual produk berbasis rumput laut.

5. Ragam varietas rumput laut

Setiap jenis tanaman pasti memiliki ragam varietasnya tersendiri. Varietas tersebut biasanya disesuaikan dengan bentuk, ukuran, tempat tumbuh, hingga fungsinya. Sama halnya dengan rumput laut yang juga memiliki ragam varietas tersendiri.

Dilansir Seaweed.ie, rumput laut diperkirakan memiliki sekitar 12.000 varietas yang terbagi-bagi berdasarkan jenis dan warnanya. Meski begitu, ada pula klasifikasi rumput laut yang dibedakan berdasarkan pigmen warna, seperti cokelat, merah, dan hijau.