Fakta Hantavirus, Gejala dan Penyebab Utama

Fakta Nyata – Hantavirus kini menjadi perhatian serius dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya wabah mematikan di atas kapal pesiar mewah MV Hondius. Peristiwa yang terjadi di Samudra Atlantik ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan memicu investigasi mendalam mengenai potensi penularan antar-manusia. 

Melansir berbagai sumber termasuk Bisnis.com, Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis yang memiliki tingkat fatalitas tinggi, namun sering kali disalahpahami oleh masyarakat awam. Bahkan, jika tidak teratasi dengan baik, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru dan ginjal. Tidak ada salahnya mengenal lebih banyak fakta mengenai hantavirus pulmonary syndrome agar kamu bisa melakukan pencegahan dengan baik. 

Pencegahan dapat menghindari kamu dari komplikasi yang paling parah akibat penyakit ini yaitu kematian. Untuk itu, simak ulasan mengenai hantavirus pulmonary syndrome berikut ini!

Apa Itu Hantavirus Pulmonary Syndrome?

Hantavirus adalah virus yang ditemukan dalam urin, air liur, atau kotoran tikus rusa yang terinfeksi dan beberapa hewan pengerat liar lainnya. Contohnya seperti tikus kapas, tikus beras, tikus kaki putih dan tikus punggung merah.

Infeksi virus ini menyebabkan penyakit paru-paru yang jarang namun serius yang disebut hantavirus pulmonary syndrome (HPS).

Virus ini memiliki karakteristik unik, karena tidak akan aktif dalam waktu lama setelah berada di luar inangnya kurang dari 1 minggu di luar ruangan dan beberapa jam saat terpapar sinar matahari langsung.

Hantavirus merupakan salah satu virus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada paru-paru dan ginjal. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit zoonosis karena penularannya terjadi dari hewan ke manusia.

Kronologi Wabah di Kapal MV Hondius

Wabah ini bermula saat kapal MV Hondius melakukan perjalanan dari Ushuaia, Argentina menuju Samudra Atlantik. Dilansir dari Bisnis.com, laporan kematian pertama diterima WHO pada 2 Mei 2026 yang melibatkan penumpang dengan gejala penyakit pernapasan berat.

Hingga 4 Mei, teridentifikasi tujuh kasus yang terdiri dari dua kasus terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek. Kapal tersebut kini berlabuh di lepas pantai Praia, Cape Verde dengan 149 orang yang diinstruksikan untuk tetap berada di dalam kabin masing-masing.

Gejala Awal Menyerupai Flu

Hantavirus sangat berbahaya karena gejala awalnya tidak spesifik. Mengacu informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.  Gejala ini sering kali disertai gangguan pencernaan seperti mual dan diare. Kurun waktu munculnya gejala pada kasus MV Hondius tercatat antara tanggal 6 hingga 28 April 2026.

Tikus sebagai Penyebab Utama

Hantavirus ditularkan oleh hewan pengerat (rodensia). Kemenkes menjelaskan bahwa tikus got, tikus rumah, dan tikus sawah adalah pembawa utama virus dari genus Orthohantavirus. Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan yang terinfeksi.

Partikel virus yang mengering dapat terbang di udara (aerosol) dan terhirup oleh manusia saat membersihkan area yang kotor.

Berisiko Menyebabkan Kematian Sebesar 50 Persen

Sebaiknya jangan abaikan gejala yang muncul dan berkaitan dengan penyakit ini. Hantavirus pulmonary syndrome yang tidak teratasi dapat menyebabkan kegagalan jantung untuk memberikan oksigen ke seluruh tubuh. 

Tanpa penanganan, penyakit ini berisiko menyebabkan kematian sebesar 30 hingga 50 persen. Untuk itu, pastikan kamu mengurangi beberapa aktivitas yang berisiko memicu penularan penyakit ini, seperti:

    • Melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan.
    • Beraktivitas di gedung tua yang sudah lama tidak terpakai.
    • Membersihkan sarang tikus.

Itulah beberapa fakta mengenai hantavirus pulmonary syndrome. Sebaiknya lakukan pencegahan dengan menggunakan sarung tangan dan masker saat akan membersihkan gedung yang tidak terpakai atau sarang tikus. 

Ketiadaan Obat Spesifik dan Vaksin

Tidak ada pengobatan antivirus spesifik atau vaksin berlisensi untuk infeksi hantavirus. Perawatan bersifat suportif dan berfokus pada pemantauan klinis yang ketat serta penanganan komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal. Akses dini ke perawatan intensif, bila diindikasikan secara klinis, meningkatkan hasil, terutama untuk pasien dengan sindrom kardiopulmoner hantavirus.