Fakta Menarik Ordos, Kota Hantu di China

Fakta Nyata – Siapa yang pernah dengan tentang kota Ordos di China? Bagi yang belum tahu, Ordos ini dijuluki sebagai kota berhantu terbesar di China, lho. Tapi, jangan takut dulu, karena kota ini perlahan mulai berubah menjadi lebih ramai.

Awalnya, kota yang terletak di gurun Mongolia Dalam ini dibangun hanya untuk 1 juta orang karena jaraknya yang sangat jauh dari ibu kota China. Ordos seharusnya menjadi simbol kemakmuran dan urbanisasi cepat Tiongkok pada awal 2000-an. Pemerintah membangun infrastruktur raksasa dengan dana miliaran dolar, berharap penduduk baru akan segera mengisinya. Namun kenyataannya, kota itu justru sunyi. Fakta-fakta di baliknya tidak hanya unik, tapi juga menggambarkan kompleksitas antara mimpi dan realitas pembangunan modern.

1. Lahir dari kekayaan batu bara

Pembangunan Ordos tidak terjadi tanpa alasan—kawasan ini dulunya adalah salah satu daerah penghasil batu bara terkaya di Tiongkok. The Guardian menyebutkan bahwa keuntungan besar dari tambang membuat pemerintah daerah yakin bisa menciptakan kota masa depan yang mandiri. Dana melimpah mengalir untuk proyek infrastruktur, perumahan, dan fasilitas publik.

Namun, ketika harga batu bara turun dan regulasi nasional berubah, sumber dana tiba-tiba mengering. Banyak proyek berhenti di tengah jalan, dan pengembang kecil bangkrut sebelum bangunan mereka selesai. Kebergantungan berlebihan pada satu sektor ekonomi membuat kota ini goyah sebelum sempat berkembang.

2. Pernah jadi kota terkaya di Tiongkok

Sebelum proyek pembangunan ini dianggap gagal, Ordos pernah dinobatkan sebagai salah satu kota terkaya di Tiongkok berdasarkan pendapatan per kapita. Ratusan pengusaha tambang dan kontraktor properti menjadi miliarder dalam waktu singkat. Restoran mewah, dealer mobil sport, dan hotel bintang lima bermunculan di tengah gurun.

Namun euforia itu tidak bertahan lama. Dilansir South China Morning Post, saat gelembung ekonomi mulai pecah, banyak warga kaya kabur meninggalkan investasi mereka. Kota yang dulu melambangkan kemewahan tiba-tiba berubah menjadi monumen keserakahan dan ambisi yang tak terukur.

3. Kota seni yang lebih banyak patung daripada manusia

Meski sepi, Ordos tidak kekurangan karya seni. Dilansir ArchDaily, di taman-taman luasnya berdiri ratusan patung raksasa yang menggambarkan sejarah Mongolia dan budaya modern. Ironisnya, jumlah patung di kota ini sempat disebut lebih banyak daripada jumlah penduduknya.

Kota ini juga memiliki Ordos Museum, bangunan futuristik berbentuk seperti batu logam raksasa karya arsitek MAD Architects. Bangunannya megah, tapi pengunjungnya sangat sedikit. Pemandangan museum besar yang berdiri sunyi di tengah lapangan luas menjadi simbol kuat dari kesunyian Ordos.

4. Kini perlahan hidup kembali

Meski sempat dijuluki kota mati, Ordos tidak benar-benar ditinggalkan. CNN menginformasikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat mencoba menghidupkan kembali kota ini dengan memindahkan kantor pemerintahan dan fasilitas publik ke Kangbashi. Mahasiswa, pegawai negeri, dan keluarga muda mulai menempati apartemen yang dulu kosong.

Beberapa acara besar seperti festival budaya dan pameran internasional kini rutin diadakan di sana. Meskipun belum seramai yang diharapkan, tanda-tanda kehidupan mulai terlihat. Ordos mungkin tak pernah menjadi kota sejuta jiwa, tapi ia telah berevolusi menjadi simbol refleksi—bahwa kemajuan sejati tak selalu bisa dibangun dengan uang dan beton semata.

Mengapa kota-kota hantu di China ada?

Munculnya kota-kota hantu di Tiongkok tidak dapat dipahami tanpa melihat lanskap ekonomi dan kebijakan pemerintahnya yang unik. Mari kita uraikan sedikit.

Penggerak ekonomi

Pasar properti Tiongkok memang unik, dan dampaknya terhadap kota-kota mati tak terbantahkan. Berikut bagaimana strategi investasi dan kurangnya pilihan alternatif memengaruhi pembelian rumah, yang menyebabkan kota-kota kosong di Tiongkok.

    • Real estat berbasis investasi : Di ​​Tiongkok, real estat merupakan instrumen investasi utama bagi individu dan bisnis. Budaya kepemilikan rumah, yang didorong oleh terbatasnya pilihan investasi alternatif dan fokus pada jaminan kesejahteraan generasi mendatang, mendorong banyak warga Tiongkok untuk membeli beberapa properti, seringkali tanpa niat untuk menempatinya.
    • Kurangnya pajak properti : Karena tidak adanya pajak properti di sebagian besar wilayah, pemilik properti hanya menghadapi sedikit tekanan finansial untuk menyewakan atau menjual unit kosong. Hal ini semakin berkontribusi pada kelebihan pasokan perumahan di banyak kota yang kurang padat penduduk ini.
Kebijakan pemerintah

Pemerintah daerah di Tiongkok memiliki insentif ekonomi yang kuat dalam hal pengembangan lahan, dan insentif tersebut dapat memengaruhi terciptanya kota-kota kosong di Tiongkok. Begini caranya.

    • Keuntungan besar pendapatan tanah : Sumber pendapatan penting bagi pemerintah daerah adalah pendapatan dari konversi lahan pedesaan menjadi perkotaan dan penjualannya untuk pembangunan . Statistik menunjukkan bahwa hal ini dapat menghasilkan hingga 40% pendapatan pemerintah daerah. Hal ini mendorong pembangunan yang pesat dan fokus pada pertumbuhan ekonomi yang nyata, meskipun permintaan perumahan yang sesungguhnya tidak terjamin.
    • Dorongan untuk pertumbuhan PDB : Pejabat daerah, yang seringkali memiliki masa jabatan pendek, diberi insentif untuk menunjukkan hasil langsung. Pembangunan kota-kota baru menjadi cara untuk menunjukkan kemajuan ekonomi, yang terkadang mengarah pada proyek-proyek yang terlalu ambisius sehingga melampaui kebutuhan perumahan yang sebenarnya.
Urbanisasi yang cepat

Urbanisasi Tiongkok adalah kisah perpindahan penduduk secara besar-besaran. Seperti yang Anda duga, periode perpindahan penduduk yang intens tersebut berperan dalam munculnya kota-kota hantu.

Transisi masif Tiongkok dari masyarakat pedesaan ke perkotaan memicu keyakinan akan tingginya permintaan perumahan baru di kota-kota berkembang. Dalam beberapa kasus, proyeksi melebihi laju relokasi penduduk yang sebenarnya, sehingga menyebabkan ketidaksesuaian antara lingkungan binaan dan tingkat huniannya. Faktor-faktor kompleks ini menciptakan resep bagi munculnya kota-kota hantu yang unik di Tiongkok.