Fakta Unik Hewan Kecil Nyamuk, Termasuk Pembunuh Terbanyak

Fakta Nyata – Nyamuk merupakan hewan kecil yang sering dianggap sebagai gangguan bagi banyak orang, sebab termasuk hewan yang cukup mematikan di dunia. Hal ini diakibatkan karena nyamuk memiliki kemampuan untuk menyebarkan penyakit berbahaya, sehingga dinilai sangat berisiko.

Keberadaan nyamuk sudah ada di Bumi selama jutaan tahun dan memiliki adaptasi yang luar biasa, sehingga memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di berbagai lingkungan.

Namun di balik itu, ternyata ada banyak fakta tentang nyamuk yang menarik untuk diketahui. Penasaran apa aja? Yuk, ikuti penjelasannya lewat artikel berikut!

1. Cara makan nyamuk

Nyamuk mencari makanan bergantung pada karbon dioksida. Ini salah satu cara utama nyamuk menemukan sumber makanan. Mengutip Western Exterminator Company, nyamuk menggunakan organ khusus yang disebut maxillary palp untuk mengikuti bau karbon dioksida yang dikeluarkan dari napas manusia.

Uniknya, hanya nyamuk betina yang menggigit atau memakan darah manusia. Nyamuk betina membutuhkan darah untuk membantu telurnya berkembang. Baik jantan maupun betina sebenarnya memiliki sumber dari buah dan nektar tanaman.

Nyamuk juga sebenarnya tak punya gigi. Nyamuk betina menggigit dengan bagian mulut yang panjang dan runcing yang disebut belalai. Mereka menggunakan belalai bergerigi untuk menembus kulit dan mencari kapiler, lalu mengambil darah melalui salah satu dari dua tabung. Seekor nyamuk dapat meminum darah hingga tiga kali beratnya.

2. Nyamuk Mudah Mengenali Mangsanya

Tak kalah dari hewan lainnya, nyamuk juga dapat mengenali mangsa mereka dengan mudah.

Bahkan, mereka tetap dapat mengenali mangsa, meski hanya terdiri dari satu di antara banyaknya hewan lain di tempat yang sama.

Diketahui, nyamuk menggunakan berbagai faktor seperti suhu tubuh, bau, dan getaran, untuk menemukan mangsanya.

3. Nyamuk adalah hewan pembunuh tertinggi di dunia

Jika kamu berpikir bahwa hewan yang memiliki potensi membunuh adalah hewan-hewan buas saja, maka anggapan tersebut keliru. Pada kenyataannya hewan pembunuh tertinggi di dunia tidaklah memiliki cakar yang tajam, taring yang panjang, atau pun tubuh yang besar, sebab hanya merupakan makhluk kecil, yaitu nyamuk.

Dilansir CDC, nyamuk merupakan salah satu hewan paling mematikan di dunia dan bahkan dianggap sebagai hewan yang paling banyak membunuh manusia dibandingkan jenis hewan lainnya. Nyamuk memiliki kemampuan menularkan penyakit berbahaya, seperti malaria, demam berdarah, hingga Zika. Diperkirakan lebih dari 700 ribu orang meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit yang ditularkan nyamuk.

4. Nyamuk bisa hibernasi

Pada suhu kurang dari 50 derajat, mereka mati. Betina dewasa dari beberapa spesies menemukan lubang di mana mereka menunggu cuaca yang lebih hangat, sementara yang lain bertelur di air yang membekukan dan mati. Telur-telur itu disimpan sampai suhu naik dan mereka bisa menetas. Betina yang hibernasi dapat hidup hingga enam bulan.

Nyamuk tak bisa terbang terlalu jauh atau sangat cepat. Kebanyakan nyamuk dapat terbang tidak lebih dari satu sampai tiga mil dan sering tinggal beberapa ratus kaki dari tempat mereka ditetaskan. Kecepatan tertinggi sekitar 1,5 mil per jam.

5. Nyamuk Berusia Pendek

Fakta unik nyamuk selanjutnya adalah umur rata-rata mereka yang hanya berkisar 2 minggu. Meskipun demikian, dalam jangka waktu ini, mereka dapat menghasilkan ratusan telur yang akan menetas menjadi larva dan kemudian menjadi nyamuk dewasa. Dengan kata lain, regenerasi nyamuk berlangsung secara cepat.

6. Benjolan akibat gigitan disebabkan oleh air liur nyamuk

Seperti diketahui, nyamuk menggunakan belalai bergerigi untuk menembus kulit dan mencari kapiler. Nyamuk memiliki dua tabung dalam menghisap darah, di mana satu tabung berfungsi mengambil darah, sementara satu tabung lagi berfungsi memompa air liur yang mengandung obat penghilang rasa sakit ringan dan antikoagulan. Kebanyakan orang memiliki reaksi alergi ringan terhadap air liur dan menyebabkan area di sekitar gigitan membengkak dan gatal.