Fakta Unik Kapal Selam, dari Cara Menyelam hingga Menghasilkan Air Bersih

Fakta Nyata – Kapal selam adalah kendaraan air yang dirancang untuk bergerak di bawah permukaan laut. Kendaraan ini umumnya digunakan untuk kepentingan militer, seperti mengawasi wilayah perairan, mengumpulkan informasi, dan menjalankan misi pertahanan. Meski begitu, kapal selam juga dimanfaatkan untuk penelitian ilmiah, eksplorasi bawah laut, hingga kegiatan rekreasi.

Salah satu hal menarik dari kapal selam adalah kemampuannya untuk menyelam dan kembali ke permukaan air. Kemampuan ini didukung oleh tangki pemberat yang mengatur daya apung kapal. Saat kapal selam akan menyelam, tangki tersebut diisi air. Sebaliknya, ketika kapal selam hendak naik ke permukaan, udara bertekanan digunakan untuk mengeluarkan air dari tangki.

Selain cara kerjanya, ada banyak fakta unik kapal selam yang menarik untuk diketahui. Mulai dari sejarah perkembangannya, cara menjaga kualitas udara di dalam kabin, hingga teknologi untuk menghasilkan air bersih selama berada di bawah laut. Berikut penjelasannya.

1. Sejarah Kapal Selam

Kapal selam telah dikembangkan sejak berabad-abad lalu. Pada awal kemunculannya, kendaraan ini dirancang untuk memungkinkan manusia bergerak di bawah permukaan air. Seiring perkembangan teknologi, kapal selam kemudian mengalami berbagai perubahan, terutama dalam desain, sistem navigasi, dan kemampuan menyelam.

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, salah satu kapal selam praktis pertama dibuat oleh penemu asal Belanda, Cornelis Drebbel, sekitar 1620. Kapal tersebut merupakan perahu dayung tertutup yang dirancang agar dapat bergerak di bawah permukaan Sungai Thames.

Sementara itu, kapal selam mulai digunakan sebagai senjata dalam peperangan laut pada masa Revolusi Amerika, tepatnya pada 1775. Sejak saat itu, teknologi kapal selam terus berkembang hingga mampu menjalankan berbagai misi, baik untuk kepentingan militer maupun nonmiliter.

2. Kualitas Udara di Dalam Kapal Selam Harus Dijaga

Berada di dalam kapal selam dalam waktu lama membutuhkan sistem pengelolaan udara yang memadai. Pasalnya, awak kapal tidak dapat mengandalkan pertukaran udara secara langsung dengan lingkungan luar ketika kapal berada di kedalaman laut.

Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas udara di dalam kapal selam.

  • Menjaga kadar oksigen: Oksigen harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pernapasan seluruh awak kapal.
  • Menghilangkan karbon dioksida: Gas karbon dioksida yang dihasilkan saat manusia bernapas harus dikeluarkan dari udara agar tidak menumpuk hingga membahayakan kesehatan.
  • Mengendalikan kelembapan: Uap air dari pernapasan dan aktivitas awak kapal perlu dikelola agar kelembapan di dalam kabin tetap terkendali.

Ketiga hal tersebut sangat penting, terutama ketika kapal selam menjalankan misi dalam waktu lama tanpa kembali ke permukaan.

3. Seberapa Dalam Kapal Selam Bisa Menyelam?

Kedalaman penyelaman menjadi salah satu aspek penting dalam pengoperasian kapal selam. Semakin dalam kapal menyelam, semakin besar pula tekanan air yang harus ditahan oleh badan kapal.

Menurut National World, kedalaman operasional kapal selam dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis, desain, dan tujuan penggunaannya. Sebagian kapal selam beroperasi pada kedalaman ratusan meter, sedangkan jenis tertentu dirancang untuk mencapai kedalaman yang lebih besar.

Batas kedalaman setiap kapal selam ditentukan oleh kekuatan struktur, teknologi yang digunakan, dan standar keselamatan yang berlaku. Jika melampaui batas yang dirancang, tekanan air dapat merusak struktur kapal dan membahayakan awak di dalamnya.

Karena itu, kemampuan menyelam hingga kedalaman tertentu tidak hanya bergantung pada tenaga penggerak, tetapi juga pada kemampuan badan kapal menahan tekanan air.

4. Kapal Selam Tidak Hanya Digunakan untuk Perang

Kapal selam memang identik dengan kegiatan militer. Kendaraan ini dapat digunakan untuk pengintaian, pengawasan wilayah perairan, dan berbagai operasi pertahanan. Namun, penggunaannya tidak terbatas pada kepentingan militer.

Kapal selam juga dimanfaatkan untuk penelitian ilmiah dan eksplorasi bawah laut. Dengan teknologi khusus, kendaraan ini memungkinkan peneliti mengamati ekosistem laut, mempelajari kehidupan organisme bawah laut, dan menjangkau lingkungan yang sulit diteliti secara langsung oleh manusia.

Selain itu, terdapat kapal selam wisata atau kapal selam pribadi yang dirancang untuk membawa penumpang menikmati pemandangan bawah laut. Kendaraan ini biasanya digunakan untuk kegiatan rekreasi dan eksplorasi di lokasi tertentu.

Dikutip dari My Submarines, kapal selam pribadi atau personal submarine dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk eksplorasi dan penelitian. Namun, desain serta kemampuan setiap kapal selam berbeda sesuai dengan fungsi dan kebutuhan penggunanya.

5. Awak Kapal Selam Bisa Mendapatkan Air Bersih dari Air Laut

Meski berada jauh di bawah permukaan laut, awak kapal selam tetap membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, dan keperluan sanitasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kapal selam tertentu dilengkapi sistem pengolahan air yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar.

Salah satu metode yang digunakan adalah desalinasi, yaitu proses menghilangkan garam dan zat terlarut lainnya dari air laut. Proses ini dapat dilakukan menggunakan teknologi seperti distilasi atau sistem membran, bergantung pada desain kapal dan teknologi yang digunakan.

Melalui sistem tersebut, air laut dapat diolah menjadi air tawar yang kemudian digunakan sesuai kebutuhan setelah memenuhi standar pengolahan yang berlaku.

Teknologi ini menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kehidupan awak kapal selama menjalankan misi di laut. Dengan pasokan air yang memadai, awak kapal dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terus-menerus kembali ke permukaan untuk mendapatkan air bersih.