Mengenal Sejarah dan Fakta Pulau Papua
Fakta Nyata – Papua , sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian barat pulau Nugini . Provinsi ini merupakan salah satu dari empat provinsi yang dibentuk pada tahun 2022 ketika provinsi Papua yang lebih besar sebelumnya dibagi. Bicara tentang Papua, kira-kira apa yang terpikir dalam pikiran kamu? Dalam Artikel berikut, yuk kita kenali fakta menarik tentang wilayah yang berada di paling timur Indonesia ini.
Sejarah
Orang Eropa pertama yang melihat pulau Papua Nugini adalah orang Portugis pada tahun 1511, dan wilayah yang sekarang menjadi bagian Indonesia dari pulau itu kemudian dikunjungi oleh orang Spanyol. Para penjelajah Belanda , Jerman, dan Inggris. Inggris mencoba mendirikan koloni di dekat Manokwari pada tahun 1793.
Belanda mengklaim separuh bagian barat Nugini pada tahun 1828, tetapi pos administrasi permanen pertama mereka, di Fakfak dan Manokwari, baru didirikan pada tahun 1898. Haji Misbach, seorang komunis Muslim, diasingkan oleh Belanda ke Nugini bagian barat pada tahun 1924, dan tiga tahun kemudian sekitar 1.300 komunis dipenjara di sana setelah pemberontakan di Jawa .
Jepang menduduki bagian utara Nugini Belanda selama Perang Dunia II hingga pasukan Sekutu merebut kembali kota Hollandia (sekarang Jayapura , di provinsi Papua ) pada tahun 1944. Belanda memperoleh kembali kedaulatan atas Nugini barat pada akhir perang dan mempertahankannya setelah secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949.
Pada tahun 1962, setelah negosiasi yang panjang, wilayah tersebut ditempatkan di bawah administrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa , dan pada tahun 1963 diserahkan kepada Indonesia , dengan ketentuan bahwa plebisit akan diadakan pada tahun 1969 untuk menentukan statusnya di masa depan.
Pada Januari 2002, hanya beberapa bulan setelahnya Megawati Sukarnoputri menjabat sebagai presiden, Irian Jaya secara resmi berganti nama menjadi Papua. Sementara itu, Megawati menghidupkan kembali gagasan untuk membagi provinsi tersebut, dan pada tahun 2003. Tanpa berkonsultasi dengan penduduk Papua atau pemerintah daerah, provinsi tersebut dibagi menjadi Irian Jaya Barat dan Papua.
Seorang gubernur sementara ditunjuk untuk Irian Jaya Barat, dan badan legislatif dibentuk pada tahun berikutnya. Meskipun konstitusionalitas pembagian provinsi tersebut diperdebatkan selama beberapa tahun, Papua dan Irian Jaya Barat secara resmi diakui sebagai entitas terpisah oleh penerus Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono . Kedua provinsi tersebut mengadakan pemilihan umum langsung pada tahun 2006, dan pada tahun 2007 Irian Jaya Barat dikenal sebagai Papua Barat.
1. Pulau Terluas
Dari belasan ribuan pulau yang Indonesia miliki, Pulau Papua merupakan pulau terbesar di Indonesia. Total luas Papua adalah 785.753 km² di mana wilayah bagian Indonesia seluas 418.707,7 km² dan selebihnya wilayah negara Papua Nugini.
Pulau Papua juga merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland. Jika disamakan, maka luas Pulau Papua setara dengan negara Turkiye atau 2 kali negara Jepang. Tidak kalah hebat, Papua juga merupakan daerah dengan area hutan lindung terluas di Indonesia yang menjadi habitat, antara lain :
-
- 15.000-20.000 jenis tumbuhan (55% endemik)
- 602 jenis burung (52% endemik)
- 125 jenis mamalia (58% endemik)
- 223 jenis reptilia (35% endemik)
Di pulau ini juga terdapat Puncak Jaya, yaitu puncak tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl.
2. Suku dan Bahasa Asli Papua yang Beragam
Orang asli Papua sendiri terdiri ratusan suku. Masing-masing suku memiliki bahasanya sendiri, jumlah bahasa ini bahkan mencapai hampir 300 bahasa. Oleh karena itu banyak ahli bahasa yang mengatakan bahwa 1/5 bahasa di dunia, ada di Papua.
Karena keragaman inilah, bahasa yang digunakan di sana adalah bahasa Indonesia yang cukup baku. Orang-orang yang tertinggal di daerah terpencil, di atas gunung atau di dalam lembah hampir semuanya menguasai bahasa Indonesia dengan cukup baik.
3. Papua tidak hanya Raja Ampat
Keindahan Raja Ampat yang terkenal di seluruh dunia, sedikit ‘membutakan’ orang terhadap keindahan Papua yang lain. Di sana banyak sekali daerah-daerah yang tidak kalah indahnya dengan Raja Ampat. Seperti Teluk Triton, Danau Sentani, Lembah Baliem, dan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.
4. Kopi Papua
Kopi merupakan komoditas unggulan utama Indonesia yang pertumbuhannya tersebar di berbagai wilayah, tidak terkecuali di Papua. Mari kita kenali tiga kopi asal tanah Papua yang diburu pecinta kopi dunia.
Pertama, kopi Amungme yang dibudidayakan di Lereng Gunung Jayawijaya dan merupakan varietas arabika. Kopi ini memiliki cita rasa sedikit asam, aroma manis yang khas, dan aftertest moka. Kedua, kopi Wamena yang memiliki teknik penanaman yang alami sehingga memberikan rasa biji kopi yang berkualitas sangat tinggi.
Seperti namanya, kopi ini dibudidaya di sepanjang Kota Wamena dan memiliki cita rasa mirip cokelat dengan tingkat keasaman sedang dan karakter kopi yang pekat. Keistimewaan biji kopi Wamena membuatnya dijual dengan harga yang tinggi. Ketiga, kopi Pegunungan Bintang yang dibudidaya di Lembah Baliem ini memiliki cita rasa sedikit asam dan bernuansa cokelat dan floral.
5. Sempat Menjadi Daerah Perang Saat Perang Dunia 2
Tidak banyak orang yang tahu bahwa Papua sempat menjadi daerah perang Pasifik di tahun 40an. Pulau Papua yang sangat besar itu menjadi rebutan antara tentara sekutu (yang dipimpin Amerika) dan Jepang.
Banyak sekali bekas-bekas peninggalan kendaraan perang dan senjata di Papua, yang menjadi saksi bisu sejarah di sana. Kalung pengenal tentara Amerika yang meninggal di sana menjadi souvenir unik bagi pemuda Papua di tahun 90an. Mereka menemukannya dengan cara menggali tanah.
6. Kota Terdingin
Bukan Lembang atau Dieng, tahukah kamu kalau kota terdingin di Indonesia berada di Papua? Ya, kamu harus tahu kalau Kota Mulia merupakan kota terdingin di indonesia dengan suhu mencapai 15 derajat celcius pada siang hari dan 9 derajat celcius pada malam hari. Kota ini di kelilingi oleh pegunungan Jaya Wijaya dan berada di ketinggian 2.448 mdpl. Selain itu, kota ini juga memiliki curah hujan yang sangat tinggi, yaitu hampir sepanjang tahun.
Di Kota dengan populasi sebanyak 35.884 jiwa (2021) ini mayoritas masyarakatnya menggunakan rumat adat Papua, yaitu Honai. Rumah Honai dibuat tanpa jendela agar udara dingin tidak mudah masuk. Sementara perkantoran, sekolah dan gedung fasilitas umum lainnya dibangun dengan bahan semen dan seperti bangunan umumnya.
