Fakta dan Sejarah Kota Bangladesh
Fakta Nyata – Bangladesh terletak di kawasan Asia Selatan yang berbatasan dengan India di barat, utara, dan timur, serta Myanmar di tenggara. Negara ini memiliki jumlah penduduk terbesar ke delapan di dunia dan salah satu negara terpadat di dunia.
Sebagai bagian timur dari wilayah sejarah Benggala, daerah tersebut pernah terbentuk bersama dengan apa yang sekarang menjadi negara bagian Benggala Barat di India, provinsi Benggala di India Britania. Dengan pembagian India pada 1947, Bangladesh menjadi provinsi Pakistan Benggala Timur.
Akan tetapi daerah ini berganti nama menjadi Pakistan Timur, salah satu dari lima provinsi Pakistan, dipisahkan dari wilayah India. Pada 1971 Banglades menjadi negara merdeka, dengan ibu kotanya di Dhaka. Nah, berikut fakta-fakta menarik lainnya dari ’negeri harimau benggala ini’ sebagai berikut.
Bangladesh dikenal dengan industri garmen
Salah satu produk andalan di Bangladesh adalah garmen. Negara ini diperkirakan mempunyai 4.000 pabrik garmen. Industri ini sangat mendorong pertumbuhan ekonomi di Bangladesh hingga saat ini.
Industri ini juga melibatkan 80 persen wanita di negara tersebut. Tak heran jika industri ini sangat membantu masyarakat di sana.
Meskipun begitu, keamanan industri garmen di negara ini dinilai masih kurang. Pada tahun 2013, beberapa pabrik garmen di dekat kota Dhaka dilaporkan telah membuat 1.000 pekerjanya tewas dan 2.500 pekerja lainnya terluka.
Etnis
Sebagian besar penduduk Bangladesh adalah Bengali, istilah yang menggambarkan kelompok etnis dan bahasa. Orang Bengali secara historis memiliki asal yang beragam, muncul dari pertemuan berbagai komunitas yang memasuki wilayah tersebut selama berabad-abad.
Orang-orang Vedda mungkin adalah kelompok paling awal yang menetap di daerah ini. Menurut beberapa ahli etnologi, mereka diikuti orang-orang dari Mediterania dan sekitarnya, terutama yang berbicara bahasa Indo-Eropa.
Selama abad ke-8 M, orang-orang keturunan Arab, Persia, dan Turki berpindah dalam jumlah besar ke anak benua tersebut. Pada awal abad ke-13, mereka memasuki tempat yang sekarang menjadi Bangladesh. Pendapat bahwa Bengali kontemporer Muslim semua keturunan dari kasta rendah Hindu yang telah masuk Islam, maka, jelas tidak benar, sebagian besar adalah keturunan Muslim yang mencapai anak benua dari tempat lain.
Sementara Non-Bengali, terutama terdiri dari kelompok pribumi yang lebih kecil hanya merupakan sebagian kecil dari populasi. Sebagian besar dari orang-orang ini mendiamiJalur Bukit Chittagong di tenggara, daerah yang paling jarang dihuni di negara ini.
Delta sungai terluas berada di Bangladesh
Delta bengal merupakan dekta sungai terluas di dunia, mempunyai luas 105.000 kilometer persegi. Selain itu, Delta ini diapit oleh sungai-sungai dari Pegunungan Himalaya seperti Ganges dan Brahmaputra dan sungai yang bukan dari Pegunungan Himalaya seperti Meghna.
Delta ini merupakan sumber kehidupan bagi jutaan lebih warganya, terutama para petani. Masyarakat mengairi sawahnya dari delta ini.
Lebih dari 30 juta warganya berada di garis kemiskinan
Bangladesh tampaknya mempunyai permasalahan serius di bidang perekonomian. Dilansir dari laman Dhakatribune, tingkat kemiskinan di Bangladesh di tahun 2018 mecapai 21,8 persen. Sedangkan penduduk Bangladesh sendiri diprediksi mencapai 150 juta jiwa.
Artinya, sebanyak 30 juta orang di Bangladesh masih berada di garis kemiskinan. Belum lagi permasalahan ekonomi seperti ketimpangan dan pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah setempat.
Sejarah
Sisa peradaban di Benggala Raya bisa diulik kembali ke masa empat ribu tahun lalu, saat wilayah tersebut dimukimi orang Dravida, Tibeto-Burma, dan Austro-Asiatik. Asal kata ”Bangla” atau ”Benggala” tidak diketahui, tetapi kata tersebut diduga berasal dari kata Bang, suku berbahasa Dravidia yang tinggal di wilayah tersebut sekitar tahun 1000 SM.
Jauh sebelum masuk pemerintahan sekarang, Bangladesh asal muasalnya dari Kerajaan Gangaridai yang dibentuk sekitar abad ke-7 SM. Kerajaan ini selanjutnya disatukan dengan Bihar di bawah Kekaisaran Magadha, Nanda, Maurya, dan Sunga.
Benggala kemudian menjadi bagian dari Kekaisaran Gupta dan Harsha dari abad ke-3 hingga abad ke-6. Setelah kejatuhannya, Shashanka mendirikan kerajaan dan ia dianggap sebagai raja independen pertama dalam sejarah Bangladesh.
Usai mengalami periode anarkisme, Dinasti Pala yang beragama Buddha menguasai wilayah ini selama empat ratus tahun sebelum selanjutnya digantikan Dinasti Sena yang beragama Hindu. Islam masuk ke Benggala abad ke-12 melalui pedagang Arab.
Misionaris Sufi dan penaklukan Muslim membantu penyebaran agama Islam di wilayah tersebut. Adapun pedagang Eropa sempat datang pada abad ke-15 dan pengaruh mereka berkembang hingga Perusahaan Hindia Timur Britania menguasai Benggala usai Pertempuran Plassey tahun 1757.
