Fakta Menarik dan Pengertian Asteroid, Pernah Ditemukan Sample Air
Fakta Nyata – Jika melihat ke luar angkasa memang ada banyak sekali benda langit yang tersebar di seluruh penjuru bagiannya. Bukan hanya planet dan bintang saja yang mungkin dapat ditemukan, melainkan juga asteroid yang terbang bebas di sekitar ruang angkasa.
Asteroid bisa ditemukan pada bagian dalam Tata Surya, namun memiliki tampilan yang berbeda jika dibandingkan dengan komet. Kamu bisa menyimak beberapa fakta berikut ini seputar asteroid agar bisa mengenalnya dengan lebih dekat.
Pengertian Asteroid
Mengutip Britannica, asteroid disebut dengan planetoid atau planet minor. Sebab, ukurannya lebih kecil dari planet lainnya. Asteroid adalah benda luar angkasa yang berukuran kecil, yaitu sekitar 1.000 km dan mengorbit Matahari. Letak orbit asteroid yang utama ada di antara Mars dan Jupiter.
Pengertian asteroid dan meteorid berbeda, yakni ukuran asteroid lebih besar dibandingkan meteoroid. Namun, ada juga yang menyebutkan, jika asteroid yang sudah masuk ke atmosfer bumi disebut meteoroid. Beberapa ilmuwan percaya, jika asteroid merupakan sisa-sisa dari pembentukan Tata Surya.
Beberapa teori tentang pembentukan tata surya terus berkembang, seperti Teori Big Bang yang paling terkenal hingga teori terbaru model Grand Tack dan Nice. Teori Grand Tack dan Nice mengatakan, terdapat gas berukuran raksasa yang sangat besar sedang bergerak. Kemudian, gas ini akan membentuk planet-planet, asteroid, dan benda langit lainnya.
Fakta Menarik soal Asteroid

1. Tata Surya dihuni oleh lebih dari 1 juta asteroid
Dalam banyak gambar Tata Surya, Sabuk Kuiper digambarkan sebagai sebuah lokasi di mana ada banyak asteroid yang tinggal berdekatan satu sama lain. Dilansir Earth Sky, benar bahwa ada banyak asteroid yang tinggal di sana. Menurut data dari NASA, jumlahnya sekitar 1,1 hingga 1,9 juta dengan ukuran antara 2 hingga 1000 meter.
Namun jarak mereka tidaklah berdekatan dengan satu sama lain. Nyatanya, mereka umumnya terpaut jarak sekitar 600 ribu mil atau 965 kilometer. Well, bagaimanapun Tata Surya kita adalah sebuah tempat yang sangat luas sehingga bisa menampung lebih dari 1 juta asteroid tanpa perlu berdesakan satu sama lain.
2. Sabuk asteroid tidak memiliki pola gravitasi yang seperti planet
Asteroid memang sering kali disebut sebagai versi mini dari planet, namun bukan berarti benda langit ini mirip secara keseluruhan dengan planet. Pada dasarnya sabuk asteroid saja memiliki perbedaan tersendiri yang membedakannya dengan planet, bahkan termasuk dengan pola gravitasi yang dimilikinya.
Dilansir Earth How, sabuk asteroid tak membentuk pola gravitasi seperti planet, sehingga tidak saling menarik satu sama lain. Jika sabuk asteroid memiliki pola gravitasi seperti planet, maka tentu akan sangat berbahaya karena jumlahnya yang sangat banyak dan posisinya yang seolah berdekatan.
3. Bukan cuma planet, asteroid juga bisa punya satelit
Selama ini, kita beranggapan bahwa planet adalah satu-satunya objek langit yang punya satelit. Namun siapa sangka, kalau asteroid yang berukuran jauh lebih kecil dari para planet pun memilikinya. Dilansir Universe Today, sejauh ini ada 150 asteroid diketahui memiliki satelit, salah satunya adalah asteroid bernama Ida yang ditemukan pada tahun 1993. Sama seperti Bumi, Ida memiliki sebuah satelit berupa asteroid kecil bernama Dactyl. Layaknya Bulan, Dactyl juga mengorbit Ida dan mengelilingi Matahari bersama-sama.
4. Ada sekitar 30 asteroid menyerang Bumi setiap tahun
Keberadaan asteroid memang seolah menjadi ancaman serius bagi Bumi dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Selain itu, asteroid memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan meteor, sehingga jika sampai membentur Bumi tentu bisa menyebabkan kerusakan yang parah.
Dilansir Earth How, diprediksi ada sekitar 30 asteroid yang menyerang Bumi setiap tahunnya berdasarkan data yang diberikan oleh NASA. Tak heran jika memang para ilmuan seolah sangat memperhatikan pergerakan dari asteroid untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi pada Bumi.
5. Pernah ditemukan sampel air pada asteroid
Air memang menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjuang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Secara umum air memang biasanya dapat ditemukan di planet-planet yang dapat menunjang hal tersebut, namun ternyata ada yang ditemukan di asteroid.
Dilansir NASA, ada studi awal pada sampel asteroid Bennu yang berusia sekitar 4,5 miliar tahun dan mengandung adanya karbon, serta kadar air yang tinggi. Hal tersebutlah yang kemudian memunculkan spekulasi tentang kemungkinan adanya kehidupan di asteroid tersebut.
