Fakta Menarik Kelabang, ”Ibu” yang Baik
Fakta Nyata – Kelabang, atau yang sering dikenal dengan sebutan lipan, merupakan hewan arthropoda yang termasuk dalam kelompok Myriapoda, lebih tepatnya dalam kelas Chilopoda. Hewan ini terkenal dengan penampilannya yang panjang dan ramping, serta memiliki banyak kaki.
Kelabang dapat ditemukan di berbagai habitat, terutama di tempat-tempat lembap dan gelap, seperti di bawah batu, di tanah basah, dan di dalam saluran air. Meskipun sering dianggap sebagai hewan yang menakutkan, kelabang memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai predator alami.
Tubuh kelabang terdiri dari enam segmen kepala (tiga di antaranya merupakan bagian mulut), sepasang rahang atas (maxiliped) berbisa (“rahang kaki”), serangkaian segmen kaki yang membawa beban dengan nomor yang bervariasi, dan dua segmen genital. Kepala mereka memiliki dua antena dan mata majemuk berpasangan (disebut oselus) dengan jumlah yang bervariasi, meskipun beberapa spesies penghuni gua buta.
Setiap segmen kaki terdiri dari perisai atas dan bawah yang dilapisi kutikula dan dipisahkan dari segmen berikutnya oleh membran fleksibel. Lipan secara berkala melepaskan kutikula mereka, yang memungkinkan mereka untuk tumbuh. Panjang tubuh mereka berkisar antara 4 hingga 300 milimeter (0,16–12 inci), dengan sebagian besar spesies berukuran antara 10 dan 100 milimeter (0,4–4 inci).
Di luar ciri-ciri kelabang standar ini, ada beberapa fakta yang lebih menarik atau bahkan mengejutkan. Berikut di antaranya.
1. Pemburu Karnivora
Meskipun beberapa di antaranya terkadang mengais makanan, kelabang pada dasarnya adalah pemburu. Kelabang yang lebih kecil memangsa invertebrata lain , termasuk serangga , moluska , annelida, dan bahkan kelabang lainnya. Spesies tropis yang lebih besar dapat memakan katak dan bahkan burung kecil. Untuk mencapai hal ini, kelabang biasanya melilit mangsanya dan menunggu racunnya bereaksi sebelum memakan mangsanya.
Dari mana asal bisa ini? Sepasang kaki pertama kelabang adalah taring berbisa, yang mereka gunakan untuk menyuntikkan bisa yang melumpuhkan mangsanya. Pelengkap khusus ini dikenal sebagai forcipules dan hanya dimiliki oleh kelabang . Selain itu, cakar racun yang besar menutupi sebagian mulut kelabang dan merupakan bagian dari alat makannya.
2. Lipan Adalah Ibu yang Baik
Anda mungkin tidak menyangka kelabang bisa menjadi induk yang baik, tetapi ternyata banyak sekali kelabang yang sangat menyayangi anak-anaknya. Kelabang tanah betina (Geophilomorpha) dan kelabang tropis (Scolopendromorpha) bertelur di liang bawah tanah. Kemudian, induknya membungkus telur-telur itu dan tetap bersama mereka hingga menetas, melindungi mereka dari bahaya.
3. Lipan Tidak Pernah Memiliki 100 Kaki
Meskipun nama umum mereka berarti “100 kaki”, kelabang bisa memiliki kaki yang jauh lebih banyak atau lebih sedikit daripada 100—tetapi tidak pernah tepat 100. Tergantung spesiesnya, kelabang bisa memiliki sedikitnya 15 pasang kaki atau sebanyak 191 pasang. Namun, terlepas dari spesiesnya, kelabang selalu memiliki jumlah pasang kaki ganjil. Oleh karena itu, mereka tidak pernah memiliki tepat 100 kaki.
4. Racun Kelabang
Racun kelabang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa serta sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator. Meskipun gigitan kelabang tidak selalu berakibat fatal bagi manusia, bisa menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat. Gejala yang muncul setelah digigit dapat bervariasi, mulai dari kemerahan dan pembengkakan hingga reaksi yang lebih serius seperti demam atau kesulitan bernapas.
5. Jumlah Kaki Lipan Dapat Berubah Sepanjang Hidupnya
Jika seekor kelabang terperangkap burung atau predator lain, ia seringkali dapat melarikan diri dengan mengorbankan beberapa kakinya. Burung itu akan memiliki paruh yang penuh kaki, dan kelabang yang cerdik dengan cepat melarikan diri dari kaki-kaki yang tersisa. Karena kelabang terus berganti kulit saat dewasa, mereka biasanya dapat memperbaiki kerusakan tersebut hanya dengan meregenerasi kakinya. Jika Anda menemukan kelabang dengan beberapa kaki yang lebih pendek dari yang lain, kemungkinan besar ia sedang dalam proses pemulihan dari serangan predator.
Meskipun banyak kelabang menetas dari telurnya dengan sepasang kaki yang lengkap, beberapa jenis Chilopoda tumbuh lebih banyak sepanjang hidup mereka. Misalnya, kelabang batu (ordo Lithobiomorpha) dan kelabang rumah (ordo Scutigeromorpha) awalnya hanya memiliki 14 kaki, tetapi bertambah sepasang setiap kali berganti kulit hingga mencapai usia dewasa. Kelabang rumah biasa dapat hidup hingga lima hingga enam tahun, jadi itu berarti banyak kaki.
