Sejarah dan Fakta Menarik tentang Imlek

Fakta Nyata – Lebih dari 1,5 miliar orang merayakan Tahun Baru Imlek setiap tahun dengan tradisi dan kegiatan penuh warna untuk menyambut tahun baru dan berdoa untuk keberuntungan dan kemakmuran. Tak hanya itu, terdapat sejumlah tradisi yang erat kaitannya dengan tahun baru Imlek. Mulai dari menempelkan ornamen tertentu yang dipercaya mampu mengusir roh jahat, memakai pakaian serba merah, hingga tradisi memasang lampion merah.

Tahun Baru Imlek adalah festival yang menandai bulan baru pertama dari kalender lunisolar tradisional (berdasarkan siklus bulan dan matahari) yang digunakan di banyak negara Asia Timur. Festival ini menandai awal musim semi dan merupakan waktu untuk mengucapkan selamat tinggal pada tahun lama dan menyambut tahun baru.

Sejarah Hari Raya Imlek

Asal-usul Imlek berakar dari kepercayaan agraris Tiongkok kuno. Di masa lampau, masyarakat sangat bergantung pada siklus alam untuk bercocok tanam. Mereka merayakan pergantian musim dingin ke musim semi sebagai momen harapan baru. 

Seiring waktu, dinasti demi dinasti memperkuat tradisi ini dan menghubungkannya dengan kalender lunisolar. Setelah Dinasti Han, perayaan Nian akhirnya dipadukan dengan penyambutan tahun baru berdasarkan siklus bulan. Tradisi ini kemudian menyebar bersama diaspora Tionghoa ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara.

Sederet Fakta Menarik Tahun Baru Imlek

1. Petasan dan Barongsai

Semua tentu tahu bahwa hari Imlek biasanya dirayakan dengan petasan dan barongsai. Bukan hanya untuk memeriahkan acara, ternyata ada filosofi tersendiri untuk fakta tentang Imlek yang satu ini.

Orang-orang Tionghoa meyakini bahwa petasan dan barongsai dapat menakut-nakuti roh jahat yang akan merusak perayaan Imlek dan membawa nasib buruk. Musik kencang dan meriah yang mengiringi barongsai, serta kilatan cahaya dan suara ledakan petasan yang keras diyakini mampu membawa roh-roh jahat pergi menjauh.

2. Tanggal Berubah Setiap Tahun

Sistem penanggalan China memiliki perbedaan dengan kalender Masehi maupun Hijriah. Perbedaan ini membuat perayaan tahun baru Imlek jatuh pada hari yang berbeda setiap tahunnya.

Kalender Masehi berdasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari, sehingga pergantian tahunnya selalu jatuh pada 1 Januari. Sementara kalender Hijriyah dihitung berdasarkan revolusi bulan terhadap bumi. Tahun barunya selalu maju antara 11-12 hari apabila dilihat pada kalender Masehi.

Sedangkan untuk kalender China menggabungkan perhitungan berdasarkan bulan, matahari, dan musim. Tahun baru Imlek selalu berubah, akan tetapi tetap pada kisaran bulan Januari-Februari, yaitu pada penghujung musim dingin.

3. Dilambangkan 12 Hewan yang Berbeda

Elemen menarik lain dari Imlek adalah keberadaan Shio, atau dua belas hewan dalam zodiak Tiongkok. Urutannya adalah Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. 

Nah, setiap Tahun Baru Imlek menandai pergantian hewan tersebut, dan tiap shio dipercaya membawa karakteristik tertentu. Misalnya, shio Naga sering dikaitkan dengan keberanian dan kreativitas, sementara shio Kerbau dianggap rajin dan stabil. 

Nggak cuma itu, konon shio dari tahun kelahiran seseorang bisa menentukan kepribadian mereka dan kecocokan sama orang lain. Bahkan, shio dari tahun yang sedang berjalan dianggap dapat memengaruhi ramalan nasib seseorang karena tingkat kecocokan tersebut. Namun, ini semua kembali kepada kepercayaan masing-masing.

4. Bagi-Bagi Angpao

Tradisi satu ini biasanya paling ditunggu-tunggu, terutama oleh anak-anak dan yang belum menikah adalah tradisi bagi-bagi angpao. Namun, ternyata ada fakta tentang Imlek yang menarik seputar bagi-bagi angpao ini, yaitu mengenai pengisian amplop angpao tersebut.

Jumlah uang yang diisi dalam amplop angpao ternyata tidak boleh asal-asalan. Bilangan ganjil dan angka empat dilarang dalam pengisian jumlah uang dalam angpao, karena bilangan ganjil dan angka empat diyakini dapat mendatangkan kesialan atau musibah.

Selain itu, ada fakta tentang Imlek lainnya seputar bagi-bagi angpao, yakni bahwa orang yang belum menikah sebaiknya tidak membagikan angpao. Hal ini dipercaya akan membuat jodoh lama atau susah datang.

5. Pakaian Serba Merah

Fakta menarik selanjutnya adalah banyak orang yang memakai pakaian serba merah saat perayaan tahun baru Imlek. Hal ini dikarenakan warna merah dipercaya sebagai warna keberuntungan orang Tionghoa dan melambangkan kekuatan dan kemakmuran.

Tak hanya warna merah, mereka juga boleh menjadikan warna emas sebagai pilihan untuk kekayaan. Warna emas dipercaya melambangkan kemewahan dan kekayaan. Sementara untuk pakaian dengan warna hitam tidak boleh digunakan karena erat kaitannya dengan kematian dan membawa sial.

Selain itu, para etnis Tionghoa juga tidak boleh memakai pakaian robek atau rusak saat Imlek, termasuk celana robek. Hal ini menjadi sangat tabu karena diyakini membawa nasib buruk dalam setahun.

6. Larangan Bersih-Bersih Saat Imlek

Apa kamu sudah tahu fakta tentang Imlek yang satu ini? Bahwa orang-orang Tionghoa tidak akan bersih-bersih saat hari perayaan Imlek?

Menyapu kotoran dan bersih-bersih selama Imlek sangat tidak diperbolehkan, sebab hal ini dipercaya akan mengusir juga keberuntungan yang ada di rumah.  Sama halnya dengan keramas. Keramas di hari perayaan Imlek diyakini akan mengusir juga keberuntungan yang ada dalam diri sendiri.

Orang-orang Tionghoa biasanya akan membersihkan diri dan rumah mereka sehari sebelum perayaan Imlek tiba. Hal ini dipercaya akan memberikan ruang yang bersih di rumah untuk menyambut keluarga dan rezeki yang akan datang saat hari perayaan Imlek.

7. Makanan Wajib Saat Imlek

Fakta selanjutnya tentang Imlek adalah tentang makanan-makanan yang wajib ada selama perayaan Imlek. Selain pada hari pertama perayaan Imlek, pada malam ke-15 atau Cap Go Meh tiba pun, seluruh anggota keluarga biasanya akan berkumpul untuk makan malam bersama.

Makanan yang biasanya dipilih untuk disantap saat Imlek pun sangat beragam, dan setiap hidangan memiliki makna tersendiri yang ternyata cukup mendalam. Dimulai dari mie panjang umur yang dipercaya akan membuat orang yang memakannya dikaruniai umur panjang. Lalu ikan bandeng yang diyakini dapat melicinkan dan melancarkan usaha serta segala urusan bisnis.

Kemudian, aneka babi dihidangkan untuk mengusir rasa malas, dan ayam utuh merepresentasi keutuhan dalam setiap aspek kehidupan. Selain itu, ada kue keranjang yang diyakini akan memberikan kehidupan yang manis, serta kue lapis legit dan kue mangkok yang akan membuat rezeki menjadi berlapis-lapis dan bermekaran.

Dan yang terakhir dan yang sangat khas adalah jeruk bertangkai. Buah satu ini melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan.